Kisah Abu Nawas: Jebakan Raja yang Dihadapi dengan Sukses

Jebakan Raja yang Dihadapi dengan Sukses
Jebakan Raja yang Dihadapi dengan Sukses

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id Kisah Abu Nawas merupakan salah satu kisah legenda dalam dunia Islam yang banyak mengundang humor. Tidak hanya humor, namun juga hikmah dan pelajaran dari setiap teka-teki kisahnya 

Satu saat Baginda Raja Harun Ar-Rasyid mengundang Abu Nawas ke istana untuk berbincang-bincang sambil mendengarkan pendapat dan juga nasihat dari Abu Nawas. Sesampainya di istana, Abu Nawas langsung mendapat jamuan berupa makanan. Barulah setelah itu, ia diajak ke tempat baginda raja untuk memulai perbincangan.

Bacaan Lainnya

Dalam perbincangan itu, baginda raja melontoarkan berbagai pertanyaan termasuk pertanyaan yang tentu saja akan menjebak Abu Nawas. Namun seperti biasanya, Abu Nawas selalu lolos dari jebakan baginda dan hanya membuat beliau malu atas jawaban Abu Nawas.

Merasa tidak ingin dipermalukan lebih jauh lagi oleh Abu Nawas, baginda pun mengajak Abu Nawas ke taman yang berada di depan istana. Sang raja menantang Abu Nawas dalam memanah. Sesampainy di taman, baginda lalu berkata:

“Wahai Abu Nawas, dihadapan prajuritku tunjukanlah keahlianmu dalam memanah, jika engkau berhasil mengenai sasaran maka seperti biasa, maka akan kuberikan hadiah untukmu. Tetapi jika engkau gagal maka penjara yang akan menantimu,”.

Mendengar perintah baginda yang sebenarnya bertujuan untuk menjebaknya, membuat Abu Nawas galau, akan tetapi ia tetap memperlihatkan sikap santai dan menerima tantangan baginda raja dengan tenang. Tak menunggu waktu lama, ia pun segera memulai dengan mengambil busur serta tiga anak panahnya sambil memikirkan jalan keluar jika ia nanti gagal mengenai sasaran karena ia memang jarang memanah.

Abu Nawas pun mulai menarik busurnya dan menembakan panahnya ke sasaran, sayangnya anak panahnya meleset jauh dari sasaran. Baginda pun tidak kuasa untuk menahan tawanya. Sedangkan untuk menutupi kelemahannya, Abu Nawas langsung memberi alasan:

“Dari pengamatan hamba, yang tadi itu adalah gaya memanah para makelar tanah, wahai baginda” ujar Abu Nawas.

Setelah itu, ia kembali membidik panahnya ke sasaran, namun yang terjadi seperti percobaan pertama, ia kembali gagal, ia pun kembali beralasan:

“Kalau yang ini paduka gaya juragan tanah,” kata Abu Nawas menutupi kelemahannya yang kedua.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.