Kisah Tongkat Sakti Akal-akalan Abu Nawas, Sukses Tangkap Pencuri di Rumah Saudagar Kaya

Kisah Tongkat Sakti Akal-akalan Abu Nawas
Kisah Tongkat Sakti Akal-akalan Abu Nawas

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id – Selain kocak, Abu Nawas juga dikenal sering memecahkan persoalan dengan cara-cara yang cerdik dan cerdas.

Bahkan, pemecahan persoalan yang dilakukan terbilang sederhana, namun tak pernah terpikir oleh kita.

Bacaan Lainnya

Cukup banyak contoh ketika Raja Harun Al Rasyid memiliki masalah, namun menjadi selesai ketika Abu Nawas dihadirkan memecah persoalan tersebut.

Bukan hanya Raja Harun Al Rasyid saja, Abu Nawas sering membantu memecah persoalan yang menimpa orang lain.

Seperti kisah yang satu ini, ketika Abu Nawas membantu menangkap pencuri di rumah seorang saudagar kaya.

Menariknya, penangkapan pencuri ini menggunakan cara sederhana yakni menggunakan tongkat ‘sakti’ milik Abu Nawas.

Kisah ini, dikutip dari kanal Youtube Abot Story.

Pada suatu hari di sebuah kompleks di Kota Barat Baghdad, digemparkan oleh pencurian di rumah saudagar kaya raya. Duit ribuan Dinar milik sang saudagar lenyap digondol maling.

Tampaknya, maling tersebut sangat profesional. Selain sukses membobol rumah saudagar yang dijaga lumayan ketat, petugas juga belum bisa mengendus siapa pelaku pencurian itu.

Sang saudagar penasaran dibuatnya. Duit yang dicuri itu baginya tidak begitu besar dibanding hartanya yang bejibun. Masalahnya, siapa pencoleng itu yang membuat dia penasaran harus diusut sampai tuntas.

Masalahnya juga, sudah nyaris sepekan paras petugas belum juga bisa membongkar kasus ini.

Pada akhirnya, saudagar membuat keputusan, barang siapa yang mencuri hartanya dan dia mau mengembalikan, selain diampuni sang pencuri akan mendapatkan hak separuh dari harta yang dicuri tersebut.

Pengumuman tersebut ternyata tak ada yang minat. Si pencuri tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya.

Tidak putus asa, sang saudagar akhirnya membuat sayembara baru. Yaitu barang siapa yang berhasil mendapatkan pencuri tersebut maka dia akan mendapatkan seluruh harta tersebut.

Tentu saja, sayembara ini sangat menarik. Warga Baghdad banyak sekali orang yang mendaftar untuk ikut ambil bagian, termasuk si pencuri itu sendiri.

Awalnya, si pencuri berniat untuk meninggalkan kota Baghdad dengan membawa harta curiannya itu. Namun setelah dipikir-pikir, kepergiannya hanya akan membuka aibnya. “Ya mending ikut sayembara saja,” pikir pencuri itu.

Karena itu, si pencuri mencoba bertahan di kota dengan ikut-ikutan menjadi peserta sayembara. Dia semakin merasa aman saat berkumpul dengan peserta sayembara. Dia sangat yakin aksinya tidak akan terbongkar.

Namun begitu melihat hasil yang belum jelas terlihat, sang saudagar akhirnya mendesak sang Hakim mendatangkan Abu Nawas. Namun sayangnya, Abu Nawas pada hari itu sedang berada di Damaskus dan baru bisa pulang pada esok harinya.

Semua harapan kini bertumpu pada Abu Nawas. Kasak-kusuk begitu gencar di kalangan warga. Mereka menebak, apakah Abu Nawas mampu menguak teka-teki tersebut.

Sementara itu si pencuri hatinya menjadi ciut. Karena dia tahu bagaimana kemampuan Abu Nawas dalam memecahkan masalah.

Pada keesokan harinya Abu Nawas datang dengan membawa tongkat banyak sekali. Kemudian, dia membagikan tongkat-tongkat tersebut kepada semua yang hadir.

“Tongkat-tongkat ini sudah saya mantrai, kalian bawa pulang, besok bawa kembali ke sini,” pesan Abu Nawas kepada semua peserta sayembara yang mengambil tongkat-tongkat itu.

“Jika salah satu diantara kalian pencurinya, maka tongkat akan bertambah satu telunjuk. Yang bukan pencuri maka tidak usah khawatir,” sambung Abu Nawas. Kemudian semua warga pulang dan si pencuri bingung bagaimana bisa lolos di esok hari.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.