Pengajaran Islam tentang Al-Quran di Sekolah

Pengajaran Islam tentang Al-Quran di Sekolah
Hasanuddin (Ketua Umum PBHMI 2003-2005), Redaktur Pelaksana Hajinews.id

banner 800x800

banner 400x400

Oleh Hasanuddin (Ketua Umum PBHMI 2003-2005), Redaktur Pelaksana Hajinews.id

Hajinews.id – Sejak penulis masuk sekolah dasar di era 80-an, hingga dewasa ini pengajaran agama Islam di sekolah perihal Al-quran masih banyak yang tidak sesuai apa yang diinformasikan Al-quran.

Bacaan Lainnya

Misalnya masih di sebutkan bahwa Al-qur’an itu Kitab Suci untuk umat beragama Islam. Sementara kitab suci umat beragama Kristen (Katolik maupun Protestan) disebutnya adalah Injil. Untuk agama Hindu adalah weda, dan agama budha adalah tripitaka.

Perihal kitab diluar Al-quran kami tidak kembangkan pembahasannya pada catatan ini, karena fokusnya tentang Al-quran.

Berdasarkan informasi Al-quran, disebutkan bahwa Al-quran ini adalah wahyu Allah yang diturunkan melalui Jibril kepada Nabi Muhammad saw agar menjadi hudan linnaas (petunjuk bagi semua manusia). Dengan demikian, Al-quran menurut keterangan Al-quran ditujukan kepada semua manusia. Bukan hanya ditujukan kepada yang kalangan tertentu saja. Dengan demikian Al-quran itu boleh di baca, dipelajari dan semestinya diajarkan bukan hanya kepada umat Islam, namun juga bagi seluruh manusia.

Jika ini dipahami, maka Al-quran itu, semestinya di sekolah-sekolah adalah mata pelajaran umum, atau jika di perguruan tinggi adalah mata kuliah dasar umum (MKDU).

Demikian semestinya kita menempatkan Al-quran itu dalam konteks sebagai materi pengajaran. Barulah sesuai dengan maksud dan tujuan di wahyukannya Al-quran itu.

Bagaimana jika ada yang menolak mempelajarinya, karena tidak suka. Saya kira di sekolah-sekolah itu, tidak semua siswa suka kepada semua mata pelajaran. Ada yang suka matematika, tapi tidak suka pelajaran sejarah misalnya; atau ada yang suka pelajaran IPA tidak suka pelajaran IPS dan seterusnya. Jadi hal seperti itu tidak perlu dirisaukan. Dan tidak perlu disebut pemaksaan, jika dijadikan kurikulum atau mata pelajaran umum.

Manfaatnya apa? Saya kira tidak perlu ditanyakan apa manfaatnya. Teramat banyak manfaat mempelajari Al-quran itu. Ratusan buku bisa di susun hanya untuk menulis kemanfaatannya.

Semoga catatan singkat ini, dapat menjadi masukan bagi pihak-pihak yang berkompeten untuk mengubah, memperbaiki konten pengajaran dan atau kurikulum pendidikan nasional kita.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.