Kisah Abu Nawas Bunuh Diri dengan Racun: Bukannya Mati Tapi Perutnya Malah Kenyang

Kisah Abu Nawas Bunuh Diri dengan Racun
Kisah Abu Nawas Bunuh Diri dengan Racun

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id – Sebelum menjadi orang kepercayaan raja Harun Ar rasyid, Abu Nawas pernah bekerja sebagai penjahit.

Kala itu, Abu Nawas bekerja sebagai penjahit pakaian pada seorang tuan yang memiliki toko pakaian.

Bacaan Lainnya

Karena sifatnya yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, maka Abu Nawas sangat dipercayai oleh tuan majikannya.

Bahkan, di tempat kerjanya Abu Nawas dicap sebagai salah satu pekerja yang paling teladan.

Namun sayangnya, tuan majikan Abu Nawas adalah orang yang sangat pelit sekali.

Bahkan, tuannya tersebut tidak pernah memberikan perhatian khusus apalagi bonus kepada Abu Nawas.

Tidak jarang, tuannya tersebut sering membawa banyak sekali makanan ke tempat usahanya.

Namun, tidak ada satupun pekerja yang diberikan atau ditawari makanan tersebut.

Sehingga, sikap tuannya tersebut lama kelamaan membuat Abu Nawas merasa jengkel.

Karena sudah terlalu jengkel dengan tuannya, pada sebuah kesempatan Abu Nawas akhirnya memutuskan untuk mengerjai tuannya.

Dikutip dari kanal YouTube Al Fathan, berikut ini kisah Abu Nawas mengerjai tuan majikannya dengan alasan ingin bunuh diri menggunakan racun.

Suatu ketika, tuan majikan Abu Nawas datang dengan membawa sebuah kendi yang berisi madu.

Karena Abu Nawas melihat hal itu, kemudian dia menghampiri tuannya sembari menanyakan apa isi dari kendi tersebut.

Selain itu, ia juga meminta kepada tuan majikannya agar diberikan isi dari kendi tersebut.

Karena tuannya sangat pelit, maka dengan sengaja ia berbohong kepada Abu Nawas dengan mengatakan kendi tersebut berisi racun.

Abu Nawas pun kemudian hanya mengangguk tanda ia percaya kepada tuan majikannya.

Padahal, dirinya mengetahui kalau tuan majikannya sedang berbohong tentang isi kendi tersebut.

Terlebih lagi, Abu Nawas sempat mencium bau madu dari kendi yang dibawa oleh tuan majikannya.

Tidak lama kemudian, tuan majikan Abu Nawas harus pergi karena ada keperluan.

Karena dirasa kendi yang berisi madu tersebut aman dari para pekerjanya termasuk Abu Nawas, maka kendi tersebut tetap dibiarkan disana.

Melihat kendi berisi madu tersebut ditinggalkan oleh tuannya, maka Abu Nawas tidak membuang-buang kesempatan.

Dia pun berusaha menjual sepotong pakaian dan membeli sebuah roti untuk dimakan bersama dengan madu milik tuannya.

Setelah berhasil menjual pakaian dan membeli roti, Abu Nawas langsung melahapnya bersama madu milik majikannya.

Dia pun memakan roti dan madu majikannya dengan sangat lahap, tanpa sadar madu tersebut akhirnya habis tidak tersisa.

Dalam kondisi yang kekenyangan, Abu Nawas kemudian meletakan kendi itu ke tempat semula lalu melanjutkan pekerjaannya.

Tidak lama berselang, majikannya pun kembali dan membawa sebungkus roti yang akan dimakan bersama madunya.

Kemudian, majikan Abu Nawas tersebut langsung menghampiri kendi miliknya untuk mengambil madu yang ada di dalamnya.

Namun, alangkah terkejutnya sang majikan setelah mengetahui kendi tersebut kosong dan tidak ada madunya.

Selain itu, ia juga merasa sangat kesal karena mengetahui sepotong kainnya telah hilang tanpa adanya laporan.

Kemudian, tuan itu berbicara kepada dirinya sendiri dan menganggap hal ini pasti ulah dari Abu Nawas.

Selanjutnya, tuan majikan tersebut langsung menghampiri Abu Nawas yang sedang sibuk menjahit pakaian sembari berkata seperti ini.

“Hai Abu Nawas, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa isi kendi ini kosong dan sepotong pakaian telah hilang?,” tanya tuannya kepada Abu Nawas.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.