Aku Tertipu Waktu

Aku Tertipu Waktu
Aku Tertipu Waktu

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id – ​​Waktu berlalu begitu halus menipu kita yang terlena, belum sempat berdzikir pagi tau-tau hari sudah menjelang siang, belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi.

Rencananya jam 9 mau salat Dhuha, tiba-tiba adzan Dzuhur sudah terdengar, penginnya setiap pagi membaca 1 juz Al-Qur’an, menambah hafalan satu hari satu ayat, tapi ya itu, “pengennya begitu”.

Bacaan Lainnya

Komitmen “tidak” akan melewatkan malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 raka’at singkat.

Semua hanya rencana

Akan terus beginikah nasib “hidup” menghabiskan umur ?, berhura-hura dengan usia ?

Lalu tiba-tiba masuklah usia di angka 30, sebentar kemudian 40, tak lama terasa menjadi 50, dan kemudian orang mulai memanggil kita dengan sebutan “Kek… Nek…” pertanda kita sudah tua.

Lalu sambil menunggu ajal tiba, sejenak mengintip catatan amal yang kita ingat pernah berbuat apa…???

Astaghfirullah… ternyata tak seberapa!!! sedekah dan infaq cuma sekedarnya, mengajarkan ilmu tak pernah ada, silaturrahmi rusak semua.

Jika sudah demikian, apakah ruh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan di saat harus berpisah dari tubuh pada waktu sakaratul maut…???

Tambahkan usiaku ya Allah…!!!, aku butuh waktu untuk beramal dan berbekal sebelum Kau akhiri ajalku.

Belum cukupkah menyia-nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun?

Butuh berapa tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang sore dan malam hari, butuh berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar bisa mempersiapkan diri untuk siap mati.

Tanpa kita pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala di setiap detiknya, maka 1000 tahunpun tidak akan pernah cukup bagi orang orang yang terlena…

Astaghfirullah…

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِعْلَمُوْۤا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَا خُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَا ثُرٌ فِى الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ وْلَا دِ ۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّا رَ نَبَا تُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰٮهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطٰمًا ۗ وَفِى الْاٰ خِرَةِ عَذَا بٌ شَدِيْدٌ ۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَا نٌ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَا عُ الْغُرُوْرِ

​”Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”.
(QS. Al-Hadid [57]: Ayat 20)

أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.