Sekum Muhammadiyah Berharap Pilpres 2024 Ada 3 Paslon: Agar Pilihannya Lumayan


banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id — Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti menginginkan Pilpres 2024 diikuti oleh 3 paslon. Mu’ti mengatakan kehadiran calon lebih dari 2 paslon agar masyarakat lebih banyak pilihan calon pemimpin.

“Kami sebagai rakyat berharap supaya pengalaman 2019 tidak terulang. Di mana kami hanya memilih salah satu dari dua pasangan yang ada, kami berharap minimal ada tiga pasangan,” kata Mu’ti dalam HUT ke-10 Forum Pemred, Jumat (5/8).

Bacaan Lainnya

“Supaya pilihannya agak lumayan, kalau hanya dua seperti memilih true false b atau s, itu yang membuat kita begitu susah dan NU lebih susah lagi saya kira dibanding Muhammadiyah,” imbuhnya.

Mu’ti pun menyinggung koalisi Pilpres 2024 yang mulai terbentuk. Ia menyebut koalisi terbentuk jika apa yang ditawarkan menarik untuk parpol.

“Kita bicara mengenai koalisi tapi koalisi itu kadang-kadang juga diwarnai oleh kuali isi. Jadi kalau koalisinya itu tidak kuali isi koalisi tidak terjadi, atau jangan-jangan koalisinya tergantung dari kuali isi, ini yang memang menjadi tantangan kita bersama-sama dan ke depan potensi itu bisa terjadi,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menambahkan tantangan ke depan yakni menciptakan demokrasi yang bermartabat.

“Tadi sudah disinggung oleh para tokoh dengan penjelasan yang meyakinkan. Bagaimana tantangan demokrasi kita ke depan adalah demokrasi yang berkualitas dan demokrasi yang bermartabat,” tutur Mu’ti.

Hal ini, kata dia, dapat tercipta jika pers dapat membantu menjaga persatuan dan demokrasi Indonesia dibangun lebih baik.

“Kami sebagai bagian dari bangsa dan masyarakat Indonesia bisa turut berperan serta bagaimana agar pers berkualitas dan bangsa menjadi bangsa yang cerdas, bagaimana pers itu maju dan bangsa kita bersatu dan kemudian kita mempunyai demokrasi bermartabat untuk Indonesia yang berkemajuan,” tandas dia.(dbs)


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.