Sekretaris PP Muhammadiyah Plesetkan Koalisi Jadi Koali-Isi

Muhammadiyah Plesetkan Koalisi Jadi Koali-Isi
Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti

banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400
Hajinews.id – Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, berharap ada tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu 2024. Hal itu agar tidak terjadi polarisasi seperti pada Pemilu 2019.

“Kami sebagai rakyat supaya pengalaman 2019 tidak terulang, di mana kami hanya memilih salah satu dari dua pasangan yang ada, kami berharap minimal ada tiga pasangan supaya pilihannya agak lumayan, kalau hanya dua seperti memilih true, false, B atau S, itu yang membuat kita begitu susah,” ujar Mu’ti dalam acara Forum Pemred, Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Bacaan Lainnya

Berkelakar soal kepanjangan dari koalisi

Abdul Mu’ti

Abdul Mu’ti kemudian berkelakar mengenai kepanjangan dari koalisi. Dia mengatakan, koalisi bisa saja diartikan sebagai “kuali-isi”.

“Kita bicara mengenai koalisi, tapi koalisi itu kadang-kadang juga diwarnai ”kuali-isi’, jadi kalau koalisinya itu tidak kuali-isi, koalisi tidak terjadi, atau jangan-jangan koalisinya tergantung kuali-isi,” kata dia.

Di hadapan Cak Imin, Gus Yahya minta tak pakai identitas NU dalam berpolitik

Gus Yahya

Dalam acara tersebut, turut hadir Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf serta sejumlah tokoh lain.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya meminta semua pihak untuk tidak membawa nama NU dalam acara berpolitik.

“Kalau boleh menyatakan konsen terhadap apa yang akan berlangsung nanti, pertama-tama, saya kira karena kita ingin semuanya terus bersatu, terus harmonis, apapun kompetisi yang akan berlangsung, sekeras apapun, maka kita tentunya sangat berharap bahwa dalam kompetisi nanti jangan sampai ada cara-cara memperalat identitas sebagai senjata,” ujar dia.

“Jadi, sebuntu apapun para kontestan ini di dalam menonjolkan atau di dalam menghadapi kompetisi yang ada, kita mohon betul supaya jangan menggunakan identitas sebagai senjata, apakah itu identitas etnik, identitas agama, termasuk identitas NU, saya kira ini harus saya sebut karena NU ini agak kurang beruntung dibanding Muhammadiyah. Muhammadiyah ini bisa bebas mengambil jarak dari kompetisi semacam ini, NU ini mau lari pun dikejar-kejar, jadi tidak kita perlu punya perhatian yang lebih terkait dengan hal ini,” sambungnya.

Cak Imin sempat membuka sambutannya sebagai warga NU

Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar

Dalam acara tersebut, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sempat membuka sambutannya dengan memperkenalkan diri sebagai warga NU.

“Bapak, ibu sekalian, terus terang saya kesulitan untuk berbicara 8 menit karena orang NU banyak ceramahnya, muter-muternya ke mana, tapi kesimpulannya bagus biasanya, tapi karena ini TOR (kerangka acuan) harus dijalankan,” ucap dia.

 

 


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.