KH Zainal Abidin: Jangan pakai atribut NU di deklarasi Capres 2024


banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id — Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin, menginstruksikan agar tidak menggunakan atribut NU (Nahdlatul Ulama) dalam deklarasi Capres (Calon Presiden) 2024 maupun kegiatan politik lain. Hal itu disampaikan menyusul deklarasi Capres 2024 oleh massa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (6/8/2022).

Instruksi Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Sidoarjo itu dengan surat instruksi Nomor : 183/PC/Al/L-10/Vlll/2022. Dengan tembusan ke PBNU dan PWNU Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

“Sesuai dengan Arahan PBNU yang telah ditindaklanjuti dengan kegiatan pengurus PCNU Sidoarjo, bersama pengurus Banom NU dan MWCNU secabang Sidoarjo, menginstruksikan kepada semua pengurus dan kader untuk tidak nama dan atribut NU dalam politik,” bunyi surat instruksi tersebut.

“Saya kira dalam surat tersebut sudah cukup untuk dijangkau,” tegas KH Zainal, melalui pesan WhatsApp kepada media awak.

Sedangkan, Ketua DPC PKB Sidoarjo, H Subandi, mengatakan bahwa NU memang bukan organisasi politik. Sehingga, tidak dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk alat politik.

“Iya mas NU nggak boleh dibuat alat politik. Alat politik NU yang PKB, khittahnya PKB NU mas,” kata dia.

Dekat, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya meminta semua pihak yang tak menggunakan Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjadi senjata aktif politik.

Gus Yahya, sapaan akrabnya, mengatakan jika larangan itu berlaku untuk semua partai politik. Kata dia, jika NU terus digunakan sebagai senjata politik, hal itu justru tidak akan berdampak baik.

Jadi NU itu seluruh bangsa dan ndak (tidak) boleh digunakan sebagai senjata untuk kompetisi politik. Karena kalau kita biarkan terus begini, ini tidak sehat,” papar Gus Yahya di Kantor PBNU Jakarta.(dbs)


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.