Kisah BJ Habibie Turunkan Kurs Rupiah-Dolar AS dari Rp16.000 ke Rp6.500 pada Masa Krisis


banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400

 

 

Bacaan Lainnya

Jakarta, Hajinews.id – BJ Habibie merupakan Presiden Republik Indonesia yang ketiga sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Kala itu, Habibie didaulat untuk menggantikan Presiden Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatannya.

BJ Habibie dikenal sebagai Bapak Teknologi dengan berbagai penemuannya yang membanggakan Indonesia. Meski bukan seorang ahli ekonom, namun Habibie bisa membaca kondisi ekonomi Indonesia setelah krisis moneter melanda.

Seperti yang diketahui, saat BJ Habibie menjabat Presiden Republik Indonesia, dia langsung dihadapkan pada segelintir permasalahan yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya.

Salah satu diantaranya adalah krisis ekonomi yang membuat nilai rupiah anjlok. Dalam hal ini, pria kelahiran Parepare 25 Juni 1936 mencari sebuah solusi konkret untuk mengatasi masalah tersebut.

Habibie menggambarkan rupiah dan ekonomi Indonesia seperti aeronautika. Jadi, layaknya sebuah pesawat terbang, saat Produk Domestik Bruto (PDB) dan kurs rupiah anjlok, solusi yang diperlukan adalah menjaga keseimbangan agar tidak hancur sekaligus.

Dalam penerapannya, BJ Habibie membuat sederet kebijakan anyar. Salah satunya adalah memisahkan Bank Indonesia sebagai lembaga independen dari Pemerintah.

Setelahnya, dia juga menerapkan kebijakan penjaminan uang simpanan masyarakat yang mencapai besaran 100 persen. Tak sampai disitu, suku bunga deposito juga ditingkatkan menjadi sekitar 60 persen.

Tujuan dari kebijakan tersebut tidak lain adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Perbankan. Sehingga praktik penarikan dana besar-besaran yang terjadi sebelumnya bisa dihentikan.

Langkah-langkah strategis BJ Habibie ini memunculkan dampak yang cukup baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berangsur membaik dan kurs rupiah menjadi lebih stabil.

Pada awal kepemimpinannya sebagai Presiden, kurs rupiah atas dolar AS berada di kisaran Rp16.000 – Rp16.650. Dengan penerapan kebijakan yang tepat, dalam beberapa bulan saja nilai rupiah bisa menyentuh angka Rp7.000.

Bahkan, kurs rupiah juga sempat mencapai angka Rp6.500 sebelum akhirnya kembali ke Rp8.000 di penghujung masa jabatan BJ Habibie Oktober 1999.

 


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.