Gus Mus: Orang Yang Alim Tidak Diukur dari Pengakuan

Orang Yang Alim
Gus Mus

banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400
Hajinews.id – Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengatakan bahwa orang disebut alim itu tidak diukur dari pengakuan, melainkan kedalaman dan keluasan ilmunya.

Gus Mus menyebut orang yang mengerti agama itu diukur dari seberapa pemahaman tentang isi Alquran dan mengenal Rasulullah Saw secara baik. Bahkan menirukan tindak tanduknya sebagai laku.

Bacaan Lainnya

“Orang alim dalam Islam diukur dari seberapa dia paham tentang Alquran. Diukur dari seberapa dia kenal dengan Rasulullah Saw,” kata Gus Mus, dikutip dari tayangan video singkat akun TikTok Narasi Moderat, Kamis (04/08/2022).

Menurut Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa bakti 2014-2015 itu yang dimaksud mengenal Nabi Muhammad bukan hanya tahu namanya saja, melainkan juga mampu meneladaninya.

Gus Mus melanjutkan, dulu para sahabat bisa membaca Alquran maupun tidak, mereka sama-sama melihat Alquran dari diri Rasulullah Saw. “Kalau dulu para sahabat baik yang membaca Quran atau yang tidak, bisa melihat Alquran itu dari Rasulullah Saw,” ucapnya.

Gus Mus menilai ulama-ulama sekarang sudah tidak jelas maknanya. Pasalnya banyak orang yang mengaku ulama dan kemudian berfatwa hanya mengandalkan teks bahasa Indonesia.

“Sekarang ini karena itu, saya tidak pernah menggunakan kata-kata ulama. Masih ada stoknya apa nggak ulama bahasa Indonesia orang mengira bahasa Arab tapi itu bahasa Indonesia,” tandasnya.

 

 


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.