Dimensi Revolusi Diri Ibadah Haji

Revolusi Diri Ibadah Haji
Anwar Hudijono

banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400
Oleh Anwar Hudijono, Wartawan Senior tinggal di Sidoarjo.

Hajinews.id – Seluruh proses ibadah haji berlangsung hanya beberapa hari. Tetapi pada waktu yang sangat singkat itu merupakan momentum proses revolusi mental yang dahsyat. Spektakuler. Muaranya untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik. Mengaktualisasi fitrah manusia.

Bacaan Lainnya

Revolusi diri pada ibadah haji ini merupakan bagian esensi evolusi manusia menuju Allah. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, sesungguhnya milik Allah dan sesungguhnya kepada \Allah dikembalikan. Sangkan paraning dumadi (asal dan arah pergerakan kembali semua mahluk). Jadi haji itu menyegarkan kembali terhadap pengetahuan dan kesadaran hakikat penciptaan.

Doktrin itu tercermin dalam seluruh skenario haji. Bermula dari Ka’bah sebagai simbol Allah. Hidup bergerak menuju Arafah (pengetahuan), masyaril haram (kesadaran), Mina (cinta) dan kembali ke Ka’bah. Dengan kembali kepada Allah maka Allah menjadi lebih dekat dari urat leher hamba-Nya.

Kenapa harus berubah? Sering tanpa disadari manusia menjalani kehidupan yang tidak seharusnya. Istilah Dr Ali Syariati dalam bukunya yang terkenal, Haji (Penerbit Pustaka 1995), hanya aksi pendular yang tanpa makna. Bersifat siklistis yang sia-sia. Pagi berganti sore. Malam berganti siang. Tidur diakhiri dengan bangun, bangun diakhiri dengan tidur. Begitu berulang-ulang.

Manusia sangat sibuk mencukupi kebutuhannya yang tidak pernah merasa tercukupi. Manusia asyik dengan berakting di dalam permainan dunia seperti kotak gabus di atas tarian ombak samudera tanpa arah tujuan. “Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan.” (al-Ankabut 64).

Manusia menjadi hamba yang tidak mengenal tuannya. Pada zaman now kira-kira manusia tidak ubahnya mesin artifical intelligence.

Apalagi kehidupan di ujung akhir zaman ini. Mata eksternal (fisik) begitu dimanja dengan medsos, kesenangan realitas palsu. Seolah waktu berjalan sangat cepat. Nyaris tiada waktu untuk bersabar dan khusyuk. Tak ada waktu merevitalisasi nafsu mutmainnah (kejiwaan yang tenang). “Wa kanal insanu ajula, dan memang manusia itu bersifat tergesa-gesa”. (al-Isra 11). Tanpa sadar bahwa tergesa-gesa itu dekat dengan setan.

Akhirnya hidup hanya untuk hidup. Hidup yang demikian pada dasarnya boleh dibilang mati. Orang Jawa menyebutnya mati sajeroning urip (mati di dalam kehidupan). Secara fisik hidup, tetapi jiwanya sudah mati. Spritualitasnya kering kerontang. Unsur kemanusiaannya punah. Secara substansi manusia berubah menjadi “jazad”, seolah hidup padahal mati. Seperti jazad buatan Samiri (Thaha 88).

Terminologi jazad (juga tertera di surah ash-Shad 34. Menurut eskatolog Islam, Syekh Imran Hosein adalah Dajjal. Dajjal yang akan menjadi sumber fitnah-fitnah terbesar dalam sejarah kehidupan manusia. Salah satu misi Dajjal menghancurkan fitrah manusia.

Artificial Intelligence

Ahli filsafat Shandell seperti dikutip Ali Syariati mengatakan, bahaya paling besar yang dihadapi umat manusia pada zaman sekarang bukan ledakan bom atom tetapi perubahan fitrah (sifat asasi)-nya. Unsur kemanusiaan di dalam dirinya sedang mengalami kehancuran sebegitu rupa sehingga pada saat ini tercipta sebuah ras non-manusiawi.

Inilah mesin berbentu manusia yang bukan ciptaan Tuhan dan bukan pula ciptaan alam. Manusia menjadi hamba yang tidak mengenal tuannya. Pada zaman now kira-kira manusia tidak ubahnya mesin artifical intelligence.

“Mereka memiliki hati tetapi tidak dipergunakannya untuk menghayati (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka memiliki telinga (tetapi) tidak dipergunakan mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (al-Araf 179).

“Sesungguhnya mahluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah orang-orang kafir karena mereka tidak beriman.” (al-Anfal 55).

Baca sambungan di halaman 2: >>>


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.