Prihatin, Jemaah Haji Furoda Dipulangkan ke RI, Wamenag Minta Masyarakat Hati-Hati Pilih Travel


banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id — Sebanyak 46 warga negara Indonesia yang menyebut dirinya sebagai jemaah haji furoda terpaksa dipulangkan ke Tanah Air. Mereka tak lolos proses imigrasi di Saudi setibanya di Bandara King Abdulaziz Internasional Airport (KAIA), Jeddah, pada Kamis (30/6) malam.

Visa yang mereka gunakan ternyata visa mujamalah yang diperuntukkan warga Malaysia dan Singapura sehingga tidak tercatat di sistem Imigrasi Saudi. Kendala lainnya, travel yang memberangkatkan mereka tidak terdaftar di Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Bacaan Lainnya

Peristiwa itu sangat disayangkan Wakil Menteri Agama yang juga Wakil Ketua Dewan Penasihat Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI) Zainut Tauhid Sa’adi. Apalagi, ke-46 WNI itu sudah berpakaian ihram tetapi akhirnya batal berhaji.

“Yang pasti kami dari Kemenag sangat prihatin dan juga pasti sedih ada korban lagi,” kata Zainut usai meninjau pemondokan jemaah di Sektor Misfalah, Makkah, Ahad (3/7).

Zainut mengatakan permasalahan itu seharusnya bisa dihindari bila jemaah cermat memilih biro perjalanan yang menawarkan perjalanan haji. Dia menyarankan jemaah tidak mudah tergiur dengan travel yang menawarkan berhaji tanpa antrean. Apalagi biaya yang dipatok di luar kewajaran.

“Jemaah harus cermat, apakah dia (travel) sudah terdaftar atau tidak, yang terdaftar pun ada kualifikasi. Apakah dia boleh selenggarakan ibadah haji khusus atau tidak. Termasuk juga penyelenggaraan ibadah haji yang memakai visa mujamalah atau furoda,” jelas Zainut

“Ini menjadi pelajaran berharga untuk seluruh masyarakat Indonesia yang akan melaksanakan ibadah haji, agar betul-betul selektif dalam memilih biro perjalanan haji,” pesan Zainut.

Dalam kesempatan yang sama, Zainut menegaskan Kemenag akan terus mengevaluasi terkait pelaksanaan haji menggunakan visa furoda. Seperti diketahui, visa yang dipegang jemaah furoda memang diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi yang diberikan kepada mitranya sebagai visa undangan.

“Sehingga tentunya harapan kami itu dilaksanakan oleh travel yang betul-betul memiliki izin dan juga punya pengalaman sebagai travel yang tingkat pelayanannya baik dan yang kualitasnya juga memuaskan,” tutup Zainut.(dbs)


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.