Demi Anies, Sunny Tanuwidjaja Eks Staf Ahok Tinggalkan PSI


banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id — Mengenal Sunny Tanuwidjaja Sekretaris Dewan Pembina dan mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mundur dari jabatannya.

Ternyata, Sunny Tanuwidjaja adalah sosok yang dikenal dekat dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengatakan, Sunny mengundurkan diri untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024.

“Bro Sunny gentleman mengakui akan men-support Anies dan untuk itu beliau mengundurkan diri,” kata Grace Natalie.

Keputusan ini diambil sebab PSI memilih untuk tidak mengusung Anies pada Pilpres 2024.

Namun, hingga berita ini tayang, belum ada keterangan resmi dari Sunny terkait dengan dukungannya untuk Anies.

 

Kedekatan dengan Ahok

Sunny dikenal sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Mengutip Kompas.com, kedekatan Sunny dengan Ahok berawal pada 2010.

Kala itu Ahok datang ke Amerika Serikat untuk memenuhi undangan salah salah satu perkumpulan orang Indonesia di mana Sunny adalah salah satu anggota perkumpulan itu.

Menurut Ahok, saat itu ia sempat melontarkan keinginannya menjadi Gubernur DKI.

Keinginannya itu kemudian mendapat dukungan dari Sunny dan rekan-rekannya di perkumpulan tadi.

Setelah itu, kata Ahok, Sunny kemudian memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mendampinginya.

Saat itu, Sunny berstatus sebagai mahasiswa S3 di Northern Illinois University, Sunny dan juga bekerja sebagai salah satu peneliti di Central for Strategic and International Studies (CSIS).

“Saya juga senanglah dia bisa bicara soal politik, memang dia sekolah itu. Terus ikut sampai saya jadi wagub.

Makanya saya bilang mau dinamai staf khusus susah juga, karena saya gaji dia juga enggak. Dia kerja sama perusahaan lain,” ujar Ahok, mengutip Kompas.com.

 

Terlibat Kasus Suap Proyek Reklamasi

Kedekatan Sunny dengan Ahok semakin diketahui publik ketika Sunny diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap proyek reklamasi pantai Jakarta, awal tahun 2016.

Dalam perkara ini, Ahok dan Sunny kemudian menjadi saksi sidang kasus suap izin reklamasi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Juli 2016.

Saat akhirnya diperiksa KPK, Sunny membantah tuduhan bahwa ia menjadi perantara.

Tugasnya, kata Sunny, ialah membantu menyusun jadwal Ahok secara keseluruhan.

Selain itu, Sunny juga membantah tuduhan bahwa dirinya melakukan komunikasi intens dengan pengembang dan DPRD DKI terkait reklamasi pantai utara Jakarta.

“Pertama kalau lihat pembahasan raperda yang dilakukan sejak 2014 ya, pembicaraan dua kali saya dengan Pak Sanusi sih saya kira enggak bisa dikategorikan intens,” ujar Sunny saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, 5 September 2016.

Sunny masuk ke PSI sekitar tahun 2018 silam. Kala itu, Sunny terdaftar sebagai Sekretaris Dewan Pembina PSI.(dsb)


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.