Kekonyolan Baru! Pembeli Minyak Goreng Harus Gunakan Peduli Lindungi

Pembeli Minyak Goreng Harus Gunakan Peduli Lindungi
Pembeli Minyak Goreng Harus Gunakan Peduli Lindungi

banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.idSekedar beli minyak goreng dibuat ribet dengan memberlakukan verifikasi peduli lindungi. Tentu saja hal ini kekonyolan baru dalam penyelenggaraan negara. Demikian bentuk kritik Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute.

Kalimatnya itu bukan tanpa dasar. Sebab menurutnya, masyarakat kalangan bawah pengguna minyak goreng belum tentu mempunyai telepon cerdas. Masyarakat miskin itu kesusahan membeli minyak goreng, apalagi membeli telepon cerdas.

Bacaan Lainnya

“Minyak curah harus tersedia dan harus terjangkau oleh publik meski mereka tidak punya smartphone,” kata Achmad dalam keterangan yang diterima, Selasa (28/6/2022).

Itu penting dilakukan untuk menunjukkan sikap negara hadir dalam lingkungan masyarakat kelas bawah yang tidak mempunyai telepon pintar.

Achmad pun mengakui penggunaan teknologi akan membantu menyederhanakan prosedur dan birokrasi yang bertele-tele. Tetapi, kata dia, kebijakan tersebut tentu tidak adil, terutama bagi mereka yang tidak punya telepon pintar.

“Harus diakui dalam kebijakan publik, teknologi akan membantu menyederhanakan prosedur dan birokrasi yang rumit. Namun masalahnya pembelian minyak goreng mengunakan syarat memiliki aplikasi peduli lindungi adalah tidak adil bagi sebagian masyarakat Indonesia terutama mereka yang tidak memiliki smartphone,” klaim Achmad.

Dengan diterapkannya kebijakan tersebut, Achmad menyebut transaksi minyak goreng yang semula sederhana, kini menjadi rumit, terkhusus bagi masyarakat kelas bawah.

“kenapa negara hanya mengurus mereka yang THE HAVE saja sementara melupakan masyakarat yang THE HAVEN’T. Kebijakan pembelian minyak goreng dengan syarat aplikasi sungguh tidak berpihak kepada mereka yang THE HAVE NOT,” pungkasnya. [warta]


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.