Skema Akomodasi Jamaah Haji di Madinah Dievaluasi


banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id — Kloter terakhir jamaah gelombang pertama diberangkatkan dari Madinah menuju ke Makkah, Selasa (27/4/2022). Ada beberapa evaluasi yang dilakukan Kantor Daker Madinah PPIH Arab Saudi setelah melayani jamaah gelombang pertama selama 23 hari di Madinah.

Kepala Daker Madinah Amin Handoyo menjelaskan, skema akomodasi jamaah di Madinah berbeda dengan Makkah. Menurut dia, penempatan jamaah dilakukan berdasarkan kapasitas hotel yang diatur dalam tasrekh (surat ijin) yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi. Amin menjelaskan, pengaturan ini membuat jamaah harus memadati hotel sesuai dengan kapasitas tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kalau di Madinah ini, jika (kapasitas) seribu harus diisi seribu padahal dari sisi kenyamanan itu ya sangat kurang nyaman. Misalnya untuk penataan tempat tidur,” jelas Amin di Kantor Daker Madinah, Arab Saudi, Senin (27/6/2022), dikutip dari ihram.

Menurut Amin, skema pengaturan akomodasi berbeda diterapkan untuk jamaah yang tinggal di Makkah. Pihak Saudi mengatur konfigurasi penempatan jamaah berdasarkan kelayakan. Apabila satu hotel dengan kapasitas seribu orang dikatakan tidak layak, Amin menjelaskan, pihaknya sebagai perwakilan kantor misi haji setempat bisa menempatkan hanya 800 jamaah.

Berikutnya, Amin menjelaskan, pihak Saudi tidak menghitung komposisi antara kamar untuk jamaah laki-laki dengan perempuan di Madinah. Penempatan jamaah di hotel pun menjadi lebih sulit karena tidak adanya pengaturan tersebut.

“Ini harus dievaluasi kedepannya. namun tentunya konsekuensinya ke anggaran. Untuk bisa lebih nyaman anggaran harus lebih besar,”jelas dia.

Amin mengungkapkan, perbaikan untuk skema akomodasi jamaah di Madinah kemungkinan baru bisa dilakukan untuk musim haji berikutnya. Bagi jamaah gelombang kedua yang akan tiba dari Makkah ke Madinah, ujar dia, masih menerapkan skema akomodasi yang sama.

Transportasi dan katering

Untuk evaluasi di seksi konsumsi, Amin mengungkapkan tidak ada hal mendesak yang harus diperbaiki. Pada musim haji kali ini, jamaah mendapatkan jatah makan tiga kali sehari. Beberapa keluhan yang sempat masuk, ujar dia, ada jamaah yang mendapatkan nasi keras.

“Sedikit soal nasi keras saja. Tapi mungkin karena waktu makannya sudah lama,”ujar dia.

Untuk bidang transportasi, Amin menjelaskan, tak ada keluhan untuk stem yang sudah berjalan. Meski ada dua bus dilaporkan mengalami gangguan akibat AC yang tidak berfungsi, dia menjelaskan, hal tersebut bisa segera ditangani. Pihak muasasah segera mengganti bus tersebut dengan bus yang baru.

 

 


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.