Ada yang Panik Lalu Buat Penolakan, Bachrum Achmadi: Memangnya UAS itu Mengancam Kekuasaan?

Memangnya UAS itu Mengancam Kekuasaan
Memangnya UAS itu Mengancam Kekuasaan

banner 800x800

banner 400x400
Hajinews.idUstad Abdul Somad (UAS) menjadi perbincangan hangat lantaran dirinya ditolak melalui video yang viral di media sosial oleh sekelompok orang saat akan memberikan ceramah di Jonggol, Bogor. Hal tersebut disoroti oleh pegiat media sosial Bachrum Achmadi.

Menanggapi hal tersebut, Bachrum Achmadi mengungkapkan tanggapannya dalam sebuah cuitan melalui akun Twitter pribadinya.

Bacaan Lainnya

Bachrum Achmadi menyebut bahwa dirinya merasa heran pada orang yang menolak kehadiran UAS.

Ia mengatakan bahwa kehadiran UAS tidak merujuk untuk mengancam kekuasaan bahkan kepada kedaulatan negara.

“Aku Ga abis pikir knp ada org berhati picik kpd UAS. Memangnya UAS itu mengancam kekuasaan? Mengancam kedaulatan negara?,” ucap Bachrum Achmadi melalui akun Twitter pribadi miliknya, Senin (20/6).

Menurut Bachrum Achmadi, UAS hanya memberikan sebuah ceramah keagamaan yang ditujukan untuk rakyat khususnya ummat Islam. Namun hal tersebut justru banyak tidak mendukung bahkan memberi penolakan.

UAS hanya memberi ceramah kpd rakyat, wabil khusus ummat islam itu aja. Tp knp klen klojotan & panik? Apa krn tumpah ruah jemaahnya? Klen bikinlah tandingan!,” imbuh Bachrum Achmadi.

Turut menanggapi hal tersebut, para warganet juga ikut berkomentar pada cuitan Bachrum Achmadi. Seperti akun @LaTala*** yang menuturkan komentar pribadinya.

“Opini saya pribadi, ini semua terjadi salah satunya karna di NU ada oknum yg terlalu sangat berambisi menjadikan NU sebagai ormas terbesar di dunia. Dengan cara membubarkan ormas lain dan merekrut anggota ormas yg di bubarkan. Muhammadiyah saja jadi target pembubaran,” ujarnya.

Ustaz Abdul Somad

Akun @Hermus20393*** juga menyampaikan komentarnya.

UAS punya massa, nah massa jni lah yg di takutkan kalau berkumpul memlilih salah satu capres, maka mereka berusaha memecah massa ini dengan melabelkan hti dan khilafah,” tuturnya.

Diketahui, baru-baru ini kedatangan Ustaz Abdul Somad atau UAS ke Citra Indah City, Jonggol, Bogor, sempat ditolak sekelompok warga perumahan. Meski begitu, UAS tetap berceramah dalam kegiatan tablig akbar tersebut.

Penolakan UAS di Jonggol, Bogor oleh sekelompok orang yang beredar dalam sebuah video itu viral di media sosial. Namun setelah adanya mediasi dari pihak kepolisian, acara tetap dilangsungkan.

Selain itu, UAS juga pernah disebutkan dideportasi kedatangannya ke Singapura. Melalui unggahan di akun Instagram pribadi UAS, dirinya menyebut bahwa dideportasi dari Singapura

Tujuan UAS datang ke Singapura itu dalam rangka liburan bersama keluarga dan sahabatnya. Namun, saat UAS tiba di Singapura Senin (16/5) siang, UAS dan keluarga ditolak masuk Singapura. Hal tersebut dianggap lantaran khotbah UAS soal bom bunuh diri.

UAS sendiri menganggap bahwa penolakan dari Singapura tersebut, memang sebuah deportasi oleh pemerintah Singapura. Anggapannya itu disampaikan UAS melalui video dalam kanal YouTube Refly Harun.

“Kalau belum ada izin disuruh pulang, itu namanya tidak dapat izin masuk. Kalau sudah ada izin masuk, apakah bisa entry, bisa kerja, bisa liburan, bisa belajar, maka dipulangkan, itu namanya deportasi. Terlepas dari istilah itu, saya mengatakan itu deportasi karena kami sudah masuk, sudah scan paspor, sudah cap dua jempol, dan keluarga, dan sahabat saya sudah menunggu di sana dengan koper,” tutur UAS, dikutip Senin (20/6).

 

 


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.