Refly Harun: Ini Alasan Kenapa Ganjar Pranowo Tidak Disukai PDIP

Ganjar Pranowo Tidak Disukai PDIP
Ganjar Pranowo Tidak Disukai PDIP

banner 800x800

banner 400x400
Hajinews.id – Akhir-akhir ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ramai menjadi perbincangan publik karena tak diundang dalam acara PDIP. Melihat hal ini, Refly Harun membongkar alasan kenapa Ganjar Pranowo tidak disukai PDIP!

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan sejumlah alasan kenapa PDIP terkesan tidak suka dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Bacaan Lainnya

Salah satu alasannya adalah karena Ganjar dinilai tidak setia terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hal itu terlihat saat Kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah ini kerap tidak diundang dalam acara PDIP yang dihadiri oleh banyak kader.

Bahkan, di acara terbaru halalbihalal yang digelar PDIP Jawa Tengah pun Ganjar tidak datang.

Sebenarnya apa alasan dan kesalahan Ganjar Pranowo hingga tak disukai PDIP?

Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini yang dilansir dari laman genpi.co.

Kenapa Ganjar Pranowo Tidak Disukai PDIP?

Ganjar Pranowo Tidak Disukai PDIP karena Lebih Setia pada Jokowi

Refly menilai Ganjar dianggap PDIP lebih setia kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dibandingkan terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Mereka mulai tak menyukai Ganjar karena dianggap lebih setia kepada Jokowi,” ujarnya dilansir dari kanal YouTube Refly Harun, Senin (23/5).

Menurut Refly, Ganjar sebenarnya bisa menjadi jagoan PDIP pada Pilpres 2024. Hal itu pun menyebabkan sebuah dilema di tubuh PDIP.

Pasalnya calon presiden dari internal PDIP masih belum kuat elektabilitasnya.

“Mereka tak suka Ganjar, tetapi di sisi lain calon internalnya belum ada yang kuat,” ungkapnya.

Konflik Internal PDIP

Advokat itu pun menyayangkan jika PDIP benar-benar tak mau mengusung Ganjar sebagai capres pada Pilpres 2024.

PDIP itu bisa maju sendiri mengusung satu nama calon presiden dan tidak tergantung pada partai lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, Refly menilai konflik internal di PDIP itu merupakan hal yang serius.

“Kalau melihat karakter Megawati yang sampai saat ini masih susah rekonsiliasi dengan SBY, ini tentu serius. Sebab, bisa juga Puan dan Ganjar jadi susah rekonsiliasi,” paparnya.

 

 

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.