Yang Sopan, Jangan Kepulkan Asap Rokokmu Di Depan Orang Tua, Guru & Sesepuh !!!

Jangan Kepulkan Asap Rokokmu
Jangan Kepulkan Asap Rokokmu

banner 800x800

banner 400x400

Oleh: KH Luthfi Bashori

Hajinews.id – Sungguh tidak pantas dan tidak sopan serta kurang beradab, jika ada seorang perokok yang berani mengepulkan asap rokoknya, di depan orang tuanya, atau gurunya serta di depan para sesepuh masyarakat. Jika ingin dirimu dinilai beradab, maka matikan rokokmu jika akan bertemu beliau-beliau itu.

Bacaan Lainnya

Dalam artikel ini, saya tidak akan membahas hukum merokok, yang selama ini menjadi khilafiyah tidak berkesudahan di tengah masyarakat.

Ada kelompok umat Islam yang mengharamkan rokok, di antaranya mayoritas para ulama Timur Tengah. Mungkin juga karena disana agak jarang didapati tanaman tembakau.

Namun ada pula kelompok masyarakat yang mengatakan bahwa rokok hukumnya makruh, yaitu kebanyakan tokoh-tokoh dari Asean, apalagi di negara-negara Asean ini, termasuk menjadi penghasil tembakau yang cukup besar.

Saya juga tidak fokus membahas pandangan medis terhadap dunia rokok. Sekalipun sudah banyak analisa kedokteran terhadap pengaruh rokok bagi kesehatan para penikmatnya.

Tentu masyarakat tidak asing dengan tag line pada setiap bungkus dan iklan rokok: Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.

Atau tag line yang lebih keras: Rokok Membunuhmu !

Atau upaya perlindungan terhadap para perokok pasif, yaitu peringatan tentang bahaya kesehatan dan kerugian bagi orang-orang yang bukan perokok, namun sering berada di sekeliling para perokok aktif, demikian dan lain sebagainya.

Namun yang ingin saya sampaikan, hendaklah para perokok, khususnya dari kalangan umat Islam itu, merasa tahu diri, hingga dapat menjaga adab sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat.

Misalnya dengan tidak menyulut api rokoknya di depan publik, terutama di tempat-tempat yang tertutup, agar asap rokoknya tidak mengganggu orang lain yang tidak merokok.

Di negara semacam Australia saja, dengan penduduk mayoritas non muslim, yang namanya merokok di depan umum itu dianggap tidak sopan, tidak beretika dan kurang mengerti adab bermasyarakat, bahkan di sana merokok di halte bus, bisa dianggap orang yang tidak peduli terhadap sesama.

Bagaimana jika ada perokok muda yang sengaja mengepulkan asap rokok dari mulutnya di depan orang yang jauh lebih sepuh dari padanya, seperti di depan ayah & ibunya, atau di depan guru-gurunya, termasuk di depan sesepuh masyarakat, seperti di depan habaib atau para kyai sepuh?

Sekalipun misalnya, para sesepuh itu sendiri, entah itu orang tua, kyai atau habaib, termasuk yang mengikuti pendapat rokok tidak haram, namun tetap saja anak-anak muda dan kalangan awwam, hendaklah tidak merokok di depan mereka, demi menjaga adab sopan santun terhadap orang-orang yang lebih tua usianya.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.