Saat Sore Hari Segera Amalkan Dzikir Singkat Ini, Baca 100 Kali Sebelum Matahari Terbenam, Insyallah Banyak Keutamaannya

Amalkan Dzikir Singkat Ini
Amalkan Dzikir Singkat Ini

banner 800x800

banner 400x400
Hajinews.id – Sore hari selalu mengamalkan dzikir singkat ini.

Diamalkan setelah salat ashar sebelum matahari terbenam.

Bacaan Lainnya

Sungguh luar biasa keutamaan dari dzikir singkat ini.

Usahakan mengamalkannya setiap hari.

Dzikir ini dibaca 100 kali setiap sore.

Keutamaannya dzikir berikut ini seperti orang bersedekah 100 kuda perang fii sabilillah.

Penjelasannya pernah disampaikan oleh Syekh Ali Jaber dalam tausiah nya.

Syekh Ali Jaber menyampaikan tentang manfaat dzikir yang mudah dilakukan tetapi memiliki limpahan pahala.

Menurutnya sangat rugi bagi manusia yang tahu enaknya dzikir dan indahnya dzikir , tapi tidak dzikir.

“Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan Alhamdulillah 100 kali, sebelum terbit matahari di pagi hari dan sebelum tenggelam matahari di petang hari, pahalanya seperti orang bersedekah 100 kuda perang fii sabilillah,” kata Syekh Ali Jaber dilansir dari kanal YouTube Haziq Channel.

“Saya menghitungkan Alhamdulillah 100 kali, tidak sampai tiga menit.

Tapi dalam ucapan Alhamdulillah saja 100 kali, tidak melebihi 3 atau 4 menit, kita mendapatkan nilai sedekah 100 kuda fii sabilillah. hadis sahih.”

Untuk itu, dia berpesan agar sebelum terbit matahari, pagi hari, kira-kira setelah Subuh dan sebelum tenggelam matahari, petang hari, kira-kira setelah Asar, sebelum Maghrib, jangan tinggalkan mengucapkan Alhamdulillah 100 kali setiap hari.

“Sebaik-baik ucapan yang Allah suka, “Alhamdulillah.” Afdholu du’a, “Alhamdulillah.” Pembukaan Al Qur’an, “Alhamdulillah.”

Bahkan “Alhamdulillah” lebih berat daripada bumi dan langit,” ujarnya.

Syekh Ali Jaber menyebutkan agar menjadi orang beriman yang suka berdzikir, apalagi di 10 hari pertama Dzulhijjah.

“Allah berfirman, hai orang beriman, berdzikir kepada Allah sebanyak-banyaknya, itu tanda Anda beriman.

Karena ada sekelompok orang bukan orang mukmin, tapi munafik.

Siapa mereka yang munafik itu? Apakah mereka berdzikir? Apakah mereka salat? Allah SWT berfirman, “Mereka salat bahkan mereka suka berdzikir.”

Allah gambarkan,

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.

Dan apabila mereka berdiri untuk solat mereka berdiri dengan malas.

Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia.

Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. Annisa: 142)

Syekh Ali Jaber mengatakan, sifat orang munafik itu, kalau salat, dia malas.

“Tapi kenapa salat kalau malas? Riya. Takut sama manusia. Takut difitnah. Riya karena manusia. Terus apakah mereka berdzikir?”

“…..Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. Annisa: 142)

Menurutnya, orang tersebut berdzikir, tetapi sedikit.

Dia berdoa agar untuk semua umat Islam agar jauh dari sifat munafik.

“Apa yang harus kita lakukan? Dua hal, salat dengan ikhlas, semangat, jangan malas-malasan.

Yang kedua, berdzikir sebanyak-banyaknya. Rugi bagi manusia yang tahu enaknya dzikir, indahnya dzikir, tapi tidak berdzikir. Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang mengucapkan Alhamdulillah 100 kali, sebelum terbit matahari di pagi hari, dan sebelum tenggelam matahari di petang hari, pahalanya seperti orang bersedekah 100 kuda perang fii sabilillah.”

Dzikir Yang Disukai Allah

Ibnu Abbas ra berkata,

“Ketika Allah SWT menjadikan Arasy, lalu menyuruh malaikat memikulnya. Para malaikat merasakan amat berat memikulnya.

Kemudian Allah SWT menyuruh malaikat membaca (menyebut) Subhanallah.

Sebaik saja malaikat membacanya, maka terasa ringan memikul Arasy dan mereka terus menyebut (berdzikir) selama-lamanya.”

Kata Ibnu Abbas ra lagi,

“Apabila Allah SWT menjadikan Adam as. Maka mula-mula yang keluar dari mulut Adam ialah bersin.

Lalu Allah ilhamkan kepadanya untuk membaca (menyebut) Alhamdulillah. Sebaik saja Adam as menyebut Alhamdulillah, lalu Allah menjawab;

Yarhamuka Rabbuka (karena rahmat itulah Aku menjadikan engkau).

“Kemudian malaikat berkata: Inilah kalimat mulia dan baik dan tidak sepatutnya kami abaikan. Maka para malaikat pun

membaca (berdzikir) Suhhanallah Walhamdulillah.”

“Para malaikat membaca (berdzikir) demikian sehingga Allah SWT mengutuskan Nabi Nuh as.

Oleh karena kaum Nabi Nuh adalah kaum pertama menyembah berhala, maka Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Nuh as supaya menyuruh kaumnya membaca Laa illaha illallah bagi mendapatkan keridhaan Allah.”

“Lalu berkata malaikat, “Inilah kalimah ketiga yang besar dan baik yang tidak boleh kami abaikan.

Maka malaikat pun menggabungkan dengan dua kalimah sebelumnya menjadi Subhanallah Walhamdulillah, Walaa ilaha illallah.”

“Para malaikat mengamalkan kalimah tersebut sehingga terutusnya Nabi Ibrahim as.

Setelah terutusnya Nabi Ibrahim as, Allah SWT telah memerintahkan baginda menjalankan korban atas anaknya, yang akhirnya Allah telah menebus anaknya Ismail dengan seekor kibas (kambing).”

“Apabila Nabi Ibrahim as melihat anaknya terselamat dari disembelih dan digantikan dengan kibas (kambing), maka Nabi

Ibrahim as menyebut Allahu akbar, karena merasa terlalu gembira atas nikmat yang dikurniakan Allah kepadanya.”

Berkata para malaikat: “Inilah kalimah keempat yang sungguh baik dan besar. Kemudian para malaikat menggabungkan kalimai

itu dengan tiga kalimat sebelumnya menjadi Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaha illallah, Wallahu akbar.”

“Ketika malaikat Jibril as menceritakan kisah ini kepada Rasulullah SAW, baginda merasa kagum dan terus melafazkan

Laa haula Wala quwwata illa billahil aliyil azim.”Kemudian Jibril as berkata: Gabungkan kalimah yang empat itu sehingga menjadi

“Subhanallah Walhamdulillah Walaa ilahaillallah Wallahu akbar Walaa haula Wala quwwata illa billahil aliyil azim.” (HR Muslim)

 

 

 

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.