Ini Salah Satu Tanaman Surga Yang Ada di Indonesia, Harganya Bisa Mencapai Miliaran Rupiah

Tanaman Surga
pohon gaharu

banner 800x800

banner 400x400
Hajinews.idSurga adalah tempat terindah yang ingin selalu dituju di akhir tujuan hidup oleh setiap manusia. Di surga ada banyak kenikmatan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya dan semua manusia yang ada di atas bumi ini ikut berlomba-lomba untuk bisa ditempatkan di sana.

Untuk bisa ditempatkan di surga, tentu manusia harus mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Memang surga saat ini masih menjadi Misteri Ilahi.

Bacaan Lainnya

Namun Nabi Muhammad SAW, pernah menggambarkan bagaimana indahnya surga yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia sebelumnya. Buah-buahan yang boleh dipetik kapan saja dan banyak sungai mengalir di dalamnya serta batuan indah lainnya.

Namun siapa sangka, tahukah kalian bahwa ada 1 tanaman yang berasal dari surga ternyata ada di Indonesia loh. Tanaman apa yang dimaksud?

Dilansir dari kanal Youtube weyet nutrition Indonesia yang diunggah pada 2 tahun lalu, salah satunya tanaman surga yang tumbuh subur di hutan Indonesia, adalah tanaman gaharu atau biasa disebut dengan pohon gaharu.

Pohon gaharu banyak ditemukan di beberapa pulau Indonesia yaitu Merauke Papua, Borneo Kalimantan, Sulawesi dan di sebagian pulau Sumatera. Kini pohon gaharu telah memecahkan rekor sebagai kayu termahal di dunia.

Kayu gaharu menjadi tenar dan mahal karena mengandung resin yang berbau harum dan banyak digunakan dalam industri kosmetik maupun obat-obatan. Kayu gaharu menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia sehingga banyak para investor dan pengusaha yang tertarik dengan tanaman ini.

Mahalnya kayu gaharu ini berimbas pada semakin langkanya pohon gaharu di habitatnya. Asalnya saja dari tempat terindah di alam semesta dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Golongan penghuni surga yang pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama.”

Sampai ucapan beliau nyala peredupan mereka adalah gaharu, Imam Abul Yamin berkata maksudnya adalah kayu gaharu, hadits riwayat Imam Bukhari.

 

 

 


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.