Hikmah Malam : Cara Menghadapi Krisis dalam Kehidupan

Pengajian MTP Banjarnegara (dok).

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id– Mubaligh Mesir, Dr Amr Khaled, menyampaikan pemaparan tentang cara menghadapi masa-masa krisis dalam kehidupan agar dapat membuat keputusan dengan tepat. Dia mengatakan, ada beberapa langkah agar seseorang lepas dari apapun masalah kehidupan yang menderanya.

Pertama, temukan lingkungan yang dapat menenangkan diri. Khaled menuturkan, pikiran yang baik membutuhkan lingkungan yang tenang sehingga seorang Muslim bisa fokus bertawakal atau menyerahkan semua masalah itu kepada Allah SWT.

Bacaan Lainnya

“Untuk melupakan mereka yang telah menganiaya dan menyakiti Anda, dan juga untuk menjernihkan hati dan pikiran dari tekanan dan beban masalah yang berat,” tutur dia seperti dilansir dari Masrawy, Kamis (14/4/2022).

Seorang Muslim harus ingat bahwa Allah Maha Mengetahui. Allah SWT berfirman, “…boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah ayat 216)

“Tidak ada yang berkehendak di alam semesta kecuali Allah SWT. Tidak akan terjadi di alam ini tanpa kehendak-Nya,” lanjut Khaled.

Dia juga menekankan, merelakan sesuatu terjadi bukan berarti menyerah. Sebab, kerelaan di sini maksudnya adalah sebagai tindakan positif yang efektif untuk menghilangkan tekanan psikologis dari pikiran dan jiwa, serta membebaskan pikiran dari berbagai keruwetan persoalan kehidupan yang dialami, seperti ketidakadilan dan penindasan.

Khaled mengutip hadits yang diriwayatkan dari Wabishah bin Ma’bad RA, yang mendatangi Nabi SAW untuk bertanya tentang kebaikan. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Mintalah fatwa kepada hatimu, karena kebaikan itu adalah sesuatu yang membuat jiwa dan hati merasa tenang, sedangkan kejelekan (dosa) itu adalah sesuatu yang meresahkan jiwa dan membimbangkan dada meskipun manusia telah berulang kali memberi fatwa kepadamu.”

Selanjutnya, hal terpenting supaya bisa keluar dari masalah yang mendera yaitu jangan terburu-buru membuat keputusan. Khaled mengungkapkan, pikiran yang emosional terlepas dari kelebihanya, memiliki kelemahan. Pikiran emosional mengakibatkan sikap yang tergesa-gesa dan berlebihan. Sedangkan pikiran yang logis, meski memiliki kelebihan, justru bisa menegasikan perasaan. Karena pikiran logis hanya bicara di atas kertas, tapi tidak bicara rasa.

Dari sinilah, lanjut Khaled, terjadi konflik antara pikiran emosional dan pikiran logis tanpa membuahkan hasil. Karena itu, solusinya adalah menggabungkan pikiran emosional dan logis untuk mengambil keputusan yang tepat. Jadi, langkah berikutnya dalam mengambil keputusan jangan terburu-buru.

“Peran hati tidak terbatas pada aspek cinta dan emosi. Perannya adalah memahami dengan perasaan untuk mencapai kesadaran penuh, menggabungkan akal dengan hati nurani untuk membuat keputusan yang tepat,” jelasnya.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.