Kisah Haji Sukses: H. Jusuf Hamka Kisahkan ke Baim Wong Krismon 1998, Pernah Hilang Rp 6 Triliun dalam 1 Jam

H. Jusuf Hamka Kisahkan ke Baim Wong Krismon 1998
H. Jusuf Hamka Kisahkan ke Baim Wong Krismon 1998

banner 800x800

banner 400x400
Hajinews.idH. Jusuf Hamka dan Baim Wong di Masjid Babah Alun, Cilandak, Jakarta Selatan, pada konten Baim Paula, rilis Minggu (15/5/2022).

Artis peran dan kreator konten Baim Wong baru-baru ini menemui konglomerat H. Jusuf Hamka.

Bacaan Lainnya

Ayah 2 anak itu bertemu H. Jusuf Hamka di Masjid Babah Alun, masjid ketiga yang didirikan oleh anak angkat ulama tersohor Buya Hamka itu.

Terletak di pinggaran jalan tol Depok-Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan, Masjid Babah Alun berdiri di atas tanah seluas 450 meter persegi.

Mengutip kanal YouTube Baim Wong, Senin (16/5/2022), Baim Wong coba menimba ilmu dari lelaki keturunan Tionghoa yang memeluk Islam beberapa puluh tahun silam itu.

H. Jusuf Hamka pun yang membagikan kiat-kiat jadi orang sukses dan kaya-raya berkat sedekah.

Karena kebajikan konglomerat yang bercita-cita membangun 1000 masjid ini, Baim Wong pun tertarik beroleh ilmu.

Soal bersedekah, H. Jusuf Hamka punya alasan sendiri.

Mengibaratkan laku-lampahnya dengan makan siang, setiap manusia hanya makan tiga kali sehari dan tak dapat dipaksakan lebih dari itu.

Sebab jika dipaksakan makan melebihi prosi, efeknya akan tak baik untuk kesehatan tubuh.

Maka, H. Jusuf Hamka mengalirkan sisa dana keperluan hidupanya itu untuk beramal saleh.

Selain itu, menurutnya, bersedekah tak tahu menunggu sudah berpenghasilan lebih alias kaya.

“Kita sedekah itu wajib bukan tunggu kaya, tetapi porsinya, kalau belum kaya, sedekah yang wajar-wajar saja, wajib itu,” papar H. Jusuf Hamka.

Kalakian, Baim Wong secara gamblang menanyakan pendapat H. Jusuf Hamka mengenai NFT dan Metaverse.

Mengaku tak tahu soal itu, H. Jusuf Hamka buka suara dan justru tidak menyarankan untuk mencobanya.

“Kalau saya selalu dari mulai kripto semua saya nasihati putra-putri saya never touch (Jangan pernah sentuh),” saran H. Jusuf Hamka kepada Baim Wong.

“Karena segala sesuatu yang menjadikan keuntungan yang luar biasa akan menjadikan kebangkrutan yang luar biasa,” jelas H. Jusuf Hamka.

Tentu saja, H. Jusuf Hamka pun alasan yang melatarinya.

Musababnya, pada dekade 1990-an, H. Jusuf Hamka membeberkan pengalaman pernah ditipu triliunan rupiah saat coba untung di pasar valuta asing (valas).

“Yang pernah saya alami main valas dan forex (kedua-duanya berarti sama), saya pernah dikasih untung paling 20 juta dolar (AS) tapi dikasih buntung 400 juta dolar,” ungkapnya.

Pengakuan H. Jusuf Hamka itu mengejutkan Baim Wong.

“Hah? Beneran ini?” tanya Baim Wong terkesiap.

H. Jusuf Hamka menegaskan itu benar-benar terjadi dalam hidupnya hingga akhirnya sempat muflis bangkrut, khususnya saat krisis moneter atau krismon Asia 1998.

“Beneran, 98 habis (harta) saya,” aku H. Jusuf Hamka.

“Jadi you jangan main-main, itu judi yang paling berbahaya,” imbuhnya.

“1 jam (hilang) 6 triliun (Rupiah)?” tanya Baim lagi.

“1 jam hilang 6 triliun waktu Mei (1998) itu pas Pak Harto buka peg-nya, dolar (AS) habisssss saya, tapi untung saya bisa kembali lagi hari ini,” tutur H. Jusuf Hamka.

(Peg artinya sandaran mata uang Rupiah terhadap Dolar AS, karena saat itu dikenakan sistem tukar mata uang tetap, bukan sistem nilai tukar mata uang bebas seperti sekarang, akibat krisis moneter Asia 1998. Red.)

Saat itu, H. Jusuf Hamka memulai hidup kembali dari nol dan hanya menyandarkan diri kepada Sang Pencipta.

Berkat doa dan usaha serta dukungan sang istri, akhirnya dia berhasil bangkit seperti sekarang ini.

“Makanya saya bilang, ‘Allah udah kasih, terus saya mau buat apa? Mau buat saya?’.”

“1 jam aja bisa hilang lagi, mending saya buatin masjid aja, saya buatin nasi kuning, saya buatin kebajikan-kebajikan,” tutupnya.

 

 

 


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.