5 Tahun Memimpin, Gubernur Erzaldi Rosman Bawa Perubahan Besar di Bangka Belitung


banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id — Bangka Belitung kaya akan timah dan terkenal akan keindahan pantai yang menawan. Kekuatan wilayah ini didapat dari aspek pertambangan, yaitu timah. Lebih dari sepertiga penduduknya bekerja di bidang pertambangan, penggalian, dan industri pengolahan.

Kekayaan tersebut tak berarti tanpa sosok kepemimpinan yang mengayomi untuk menjaga dan mengelola. Erzaldi Rosman sudah lima tahun terakhir memimpin dan membawa Bangka Belitung ke mata dunia. Gubernur Bangka Belitung periode 2017-2022, yang juga Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Babel ini telah berhasil mencetak pertumbuhan ekonomi di wilayah Babel melalui beragam upaya dan bidang.

Bacaan Lainnya

Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Erzaldi Rosman naik setiap tahun. Perhitungan pertumbuhan ini dihitung berdasarkan PDRB dan ADHB yang semula Rp69,97 triliun menjadi Rp85,94 triliun pada 2021.

Pencapaian tersebut diperoleh secara bertahap, namun konsisten dengan strategi cepat tanggap oleh Erzaldi Rosman. Terutama saat pandemi covid-19 melanda.

Tak hanya itu, Erzaldi Rosman berhasil menjalin kesepakatan dengan Provinsi Lampung membuka konektivitas jalur pelayaran penumpang dan distribusi bahan pokok melalui Mesuji-Lampung Sadai, Bangka Selatan, dan Mesuji-Tanjung Pandan.

Konektivitas juga dibuka dengan pembangunan Jembatan Bahtera Sriwijaya yang menghubungkan Pulau Bangka dan Sumatera Selatan. Kedua program tersebut termasuk dalam proyek strategis nasional dan pembangunan jangka menengah nasional.

Program tersebut akan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan masyarakat Bangka Belitung sejahtera.

“Pada 2019-2021 saat keadaan yang luar biasa di dunia, beliau telah mengambil kebijakan yang tepat, benar, dan jitu pada saat ekonomi dunia terpuruk Pak Gubernur membuat kebijakan melalui surat kepada Presiden RI Joko Widodo meminta agar diberikan relaksasi ekonomi sektor pertambangan. Hal ini memberikan kebangkitan pertumbuhan ekonomi, khususnya Bangka Belitung tertinggi di Sumatera dan nomor lima di Indonesia, yaitu sebesar 6,29 persen pada 2021. Ini merupakan prestasi luar biasa di tengah turbulensi ekonomi dunia Erzaldi memberikan yang terbaik untuk provinsi babel,” kata Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Yani.

UMKM di Bangka Belitung juga difasilitasi modal usaha melalui program kredit usaha rakyat yang berdampak besar terhadap perekonomian rakyat di sektor pertanian, perdagangan, dan pertambangan. Selain memfasilitasi para wirausahawan dengan permodalan dan sertifikasi halal, Erzaldi Rosman pun mengeluarkan kebijakan pembinaan terhadap pelaku UMKM.

“Periode 2017-2022 untuk mewujudkan ekonomi masyarakat yang terus tumbuh dan berkembang, Gubernur Erzaldi Rosman dan Wakil Gubernur Abdul Fatah terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada UMKM hingga April 2022 tercatat 193.030 unit UMKM ada di Bangka Belitung. Termasuk memfasilitasi sertifikasi halal sebanyak 1.044 sertifikat tahun 2022,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yulizar Adnan.

Kekayaan SDA Bangka Belitung juga dimanfaatkan sebagai potensi unggulan di bidang industri pengolahan bahan baku dan perdagangan. Untuk meningkatkan nilai tambah industri dan nilai guna produk, Erzaldi Rosman mengemasnya dalam dua strategi besar, yaitu penyusunan rencana pembangunan industri provinsi yang terintegrasi dengan rencana nasional (RPIP) menunjukkan rencana jangka panjang Bangka Belitung.

“Bangka Belitung telah menetapkan rencana pembangunan industri provinsi untuk 20 tahun ke depan. Adapun sumber daya yang akan mendukung rencana tersebut ialah industri pengolahan perikanan, pengolahan lada, pengolahan sawit, pengolahan timah dan mineral. Pada masa kepemimpinan Erzaldi, Bangka Belitung memiliki kawasan industri Sadai,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tarmin.

Berdiri di atas area seluas 81 ribu km persegi, Bangka Belitung terdiri atas dua pulau besar yang sesuai namanya, Bangka dan Belitung. Sebesar 80 persen wilayahnya adalah laut, menjadikan Bangka Belitung memiliki potensi laut yang tinggi.

Bangka Belitung memiliki kecantikan khas pesisir pantai dan terhampar bebatuan granit raksasa. Erzaldi Rosman memaksimalkan potensi tersebut bersama instansi terkait menyusun dokumen rencana induk destinasi pariwisata, di antaranya berisi 13 wilayah pariwisata yang tersebar di 7 kabupaten/kota, terdiri atas wisata alam, buatan, dan budaya.

“Pada era gubernur Erzaldi, Bangka Belitung ditetapkan sebagai provinsi yang masuk dalam 10 destinasi wisata tingkat nasional,” tutur Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Bangka Belitung, Suharto.

Begitu juga di sektor pertanian. Komoditas lada asal Bangka Belitung kembali berjaya. Terlihat dari harga jual Rp80 ribu-Rp90 ribu per kilogram. Naiknya harga berbanding lurus dengan kualitas lada. Harga lada yang konsisten memberikan dampak positif bagi perekonomian petani dan perekomian daerah dari sektor pertanian.

Tak ketinggalan, dunia pendidikan di Bangka Belitung juga terus bergerak maju. Berbagai terobosan dilakukan untuk meningkatkan SDM unggul dan andal. Salah satunya dengan menjadikan SMA dan SMK Bangka Belitung sebagai badan layanan umum daerah. Hal ini dilakukan untuk mendidikan para siswa agar berjiwa enterpreneur dan bersiap memasuki dunia kerja.

“Asesmen kita peringkat lima nasional. Beasiswa konsisten diberikan sejak Gubernur Erzaldi Rosman dilantik tahun 2017. Setahun dikucurkan Rp12 miliar,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ervawi.

Bangka Belitung Terang Benderang

Program Bangka Belitung terang berderang terealisasi pada masa kepemimpinan Gubernur Erzaldi Rosman. Kini, Bangka Belitung memiliki total kapasitas listrik 200 megawatt. Ini menjadikan Bangka Belitung provinsi dengan kelistrikan paling tinggi di Indonesia.

Upaya yang dilakukan Erzaldi Rosman di bidang energi dan sumber daya mineral berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung, menjadikannya daerah dengan pendapatan ekonomi tertinggi di Sumatera pada 2021 dan tertinggi nomor lima se-Indonesia.

“Pemprov Bangka Belitung fokus pada pemanfaatan sektor energi dan sumber daya mineral. Dengan adanya penambahan kapasitas listrik sejak 2017 hingga saat ini 37,52 megawatt dan penyambungan interkoneksi kabel bawah laut di Selat Bangka, dengan penambahan daya sebesar 200 megawatt menjadikan Bangka Belitung provinsi dengan kelistrikan tertinggi di Indonesia dengan persentase 9,45 persen. Total kapasitas energi listrik sebesar 237,52 megawatt,” kata Kepala Bidang Kegeologian dan Tanah Air Tanah Dnas ESDM Bangka Belitung, Dicky Markam.(dbs)


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.