Inilah Sosok Kiai Penggerak NU Kultural Wajib Ber-PKB, NU Struktural Sakkarepmu


banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id — Ternyata gerakan “NU Kultural Wajib Ber-PKB, NU Struktural Sakkarepmu” dicetuskan kiai muda dari Cirebon Jawa Barat. Yaitu KH Imam Jazuli, LC, MA.

“Sudah semakin jelas sikap Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf terhadap PKB, apalagi setelah pernyataannya viral, bahwa NU tidak akan menjadi alat politik partai manapun termasuk PKB. Sepintas, pernyataan ini nampak bijak, tetapi menurut penulis, kurang tepat,” tegas Kiai Imam Jazuli dalam tulisannya berjudul NU Kultural Wajib Ber-PKB, NU Struktural Sakkarepmu. Tulisan itu dimuat Harian Disway, Sabtu (14/5/2022).

Bacaan Lainnya

Kiai Imam Jazuli mengakui terang-terangan berbeda pemikiran dengan Gus Yahya tentang sikap politik, sehingga punya kesimpulan NU kultural (jamaah) wajib PKB dan NU struktural (jamiyah) sakkarepmu!.

Siapa Kiai Imam Jazuli? Ia alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Jadi ia satu almamater dengan KH Fahrurrozi (Gus Fahrur) Bululawang. Bedanya, Gus Fahrur aktif membela PBNU – termasuk Gus Yahya tentunya, sedang Kiai Imam Jazuli justru berbeda pendapat.

Kiai Imam Jazuli kemudian melanjutkan ke Universitas Al Azhar Mesir. Kiai muda bertubuh kurus itu juga pernah kuliah di Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy dan Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies.

(KH Imam Jazuli, LC, MA. Foto: disway)

Kiai Imam Jazuli di Cirebon cukup populer. Maklum, ia pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) yang beralamat di Jl. KH. Anas Sirojuddin, Cisaat, Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat.

Santrinya sekitar 3.000 orang. Tapi pesantren BIMA yang ia asuh punya misi dan orientasi internasional. Cukup banyak alumnus Pesantren BIMA yang diterima di Universitas Al Azhar Mesir. Tahun ini sebanyak 90 santri BIMA diterima di Universitas Al Azhar Mesir.

Kiai Imam Jazuli punya cita rasa seni cukup tinggi. Lihat saja rumah kediaman dan lingkungan di Pondok Pesantren BIMA. Pantauan BANGSAONLINE.com saat berkunjung ke pesantren tersebut, banyak sekali bangunan terbuat dari kayu. Termasuk kamar-kamar santri. Bangunan itu mirip joglo yang sangat artistik.

Rumah kediaman yang ditempati Kiai Imam beserta istri dan putra-putrinya juga berarsitektur klasik. Ornamennya didominasi kayu.

Bahkan panggung acara untuk acara-acara besar – termasuk untuk menyambut tokoh – terbuat dari kayu seperti joglo. Panggung itu dibangun di alam terbuka yang cukup tinggi yang hanya bisa dicapai lewat tangga.


(Bangunan di Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon sangat artistik. Foto: dok/pesantren BIMA)

Sementara para santri duduk lesehan di bawah. Mereka duduk di atas hamparan tanah yang luas. Sehingga tampak natural dan menyatu dengan alam.

Pesantren BIMA juga dipenuhi kolam yang cukup luas. Bahkan rumah kediaman Kiai Imam Jazuli bersebelahan dengan kolam yang penuh ikan. Bahkan di bagian depan sebelah rumah Kiai Imam Jazuli disediakan beberapa kursi menghadap kolam. Tampaknya tempat ini merupak area istirahat untuk menyaksikan ikan-ikan yang berkeliran.

Kiai Imam Jazuli membiasakan para ustadznya untuk riyadah. “Di sini juga banyak yang berpuasa Senin Kamis,” kata Kiai Imam Jazuli kepada BANGSAONLINE.com saat berkunjung ke pesantren tersebut.

Kiai Imam Jazuli sangat dekat dengan Ketua Umum PKB A Muhaimin Iskandar. Bahkan kiai muda yang produktif menulis di media massa itu selalu membela Cak Imin, panggilan Muhaimin Iskandar. Padahal ia dulu ketua PDIP saat kuliah di Universitas Al Azhar Mesir.

“Dulu yang mendirikan PDIP di Mesi itu saya. Saya ketuanya,” kata Kiai Imam Jazuli. Tapi kini ia selalu membela PKB.

“Selama ini PKB bisa menjadi suatu kekuatan politik yang tangguh, dan benar-benar mengerti segala macam masalah yang dihadapi warga NU, memahami apa kebutuhan warga NU, dan mampu memperjuangkan aspirasi warga NU secara efektif. Itulah mandat dari NU untuk PKB. Mandat tersebut benar-benar sudah dijalankan,” tegas Imam Jazuli dalam tulisannya.(dbs)


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.