Hikmah Siang : 7 Keutamaan Bulan Syawal





 

Hajinews.id – Bulan Syawal merupakan salah satu bulan baik dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan. Salah satu keutamaan di Bulan Syawal yakni puasa sunnah 6 hari yang pahalanya setara satu tahun.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Syawal merupakan bulan ke-10 pada kalender Hijriah. Tanggal 1 Syawal menjadi hari paling dinanti umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan puasa Ramadhan yakni Hari Raya Idul Fitri.

Kalender Hijriah dibuat pada era kekhalifahan Umar bin Khattab. Di masa ini, tahun hijriah diadopsi untuk penyusunan tanggal dalam kalender Hijriah.

Penanggalan hijriah tersebut memang telah digunakan sebelum Islam datang. Namun, di masa itu, tahun hijriah belum tersusun sedemikian rupa, sebagaimana yang dikenal saat ini.

Arti Syawal

Syekh Alamud Din As-Sakhawi di dalam kitabnya Al-Masyhurfi Asmail Ayyam wasy Syuhur menyebutkan bahwa Syawal berasal dari kata syalatil ibilu aznabaha lit taraq yang artinya unta itu mengangkat ekornya untuk kawin. Jika kata Syawal dijamakkan menjadi syawawil dan syawalat.

Kata “Syawal” berasal dari bahwa Arab, yaitu syala yang berarti irtafa’a, naik atau meninggi. Orang Arab biasa berkata, syala al-mizan (naik timbangan), idza irtafa’a (apabila ia telah meninggi)

Keutamaan Bulan Syawal

Dalam kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Aisyah untuk membantah keyakinan yang salah sebagian masyarakat yaitu tidak suka menikah di antara dua Id (bulan Syawal termasuk di antara Idul fitri dan Idul adha), mereka khawatir akan terjadi perceraian.

Mereka beranggapan bahwa unta betina mengangkat ekornya (syaalat bidzanabiha) pada bulan Syawal. Ini adalah tanda unta betina tidak mau dan enggan untuk menikah, sebagai tanda juga menolak unta jantan yang mendekat. Maka para wanita juga menolak untuk dinikahi dan para wali pun enggan menikahkan putri mereka.

Bulan Syawal dijadikan waktu disunahkannya menikah ditujukan untuk menghilangkan kepercayaan orang-orang Arab Jahiliyah yang menganggap bahwa pernikahan di bulan Syawal adalah sebuah kesialan dan akan berujung dengan perceraian. Sehingga para orangtua atau wali tidak ingin menikahi putri-putri mereka begitu juga para wanita tidak mau dinikahi pada bulan tersebut.

Untuk menghilangkan kepercayaan menyimpang tersebut, pernikahan di bulan Syawal pun dijadikan sebagai ibadah, sebagai sunnah Nabi Shalallahu’alaihi Wassalam.

Berikut 7 keutamaan Bulan Syawal yang dirangkum dari iNews.id:

1. Bulan Fitrah

Syawal adalah bulan kembalinya umat muslim kepada fitrahnya setelah selama sebulan penuh di Bulan Ramadhan digembleng menjalankan puasa dan ibadah lainnya.

Dengan catatan, ibadah puasa yang dijalaninya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keimanan.

Hal ini sesuai hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu”. (Hadis Shahih, riwayat al-Bukhari: 37 dan Muslim: 1266).

2. Puasa 6 Hari di Bulan Syawal Pahalanya Setara Puasa Setahun

Keutamaan bulan Syawal berikutnya yakni puasa 6 hari pahalanya setara satu tahun. Puasa 6 hari pada bulan Syawal ini biasanya dilakukan mulai hari kedua dari bulan Syawal, karena di hari pertama adalah hari raya idul fitri yang diharamkan untuk melaksanakan ibadah puasa.

Setelah menjalani puasa selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan, puasa 6 hari di bulan Syawal ini menjadi pelengkap atau penyempurna amalan pada bulan Ramadhan.

من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال كان كصيام الدهر” رواه مسلم

“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadlan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.”

Dalam hadits lain disebutkan:

عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)

Dari Tsauban, bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fithri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.” (HR. Ibnu Majah no. 1715. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini shahih).

3. Bulan Baik untuk Menikah

Keistimewaan bulan Syawal selanjutnya adalah melaksanakan pernikahan. Syawwal berasal dari kata syalatil ibilu aznabaha lit taraq yang artinya unta itu mengangkat ekornya untuk kawin. Dijamakkan dalam bentuk syawawil, syawawil, dan syawalat.

Menikah pada bulan Syawal ini tidak ditentukan pada tanggal berapa pun dan pada hari apa pun, karena sudah termasuk suatu kebaikan bagi yang melaksanakannya.

Seperti yang dikisahkan dalam hadits muslim dari istri rasulullah Saw yaitu Aisyah ra.

“Rasulullah SAW menikahiku saat bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?” (HR. Muslim, An Nasa’i).

5. Bulan Silaturahmi

Bulan Syawal juga disebut Bulan Silaturahmi. Di bulan ini, Muslim lazim melakukan anjangsana ke rumah saudara, kerabat maupun tetangga untuk bersalam-salaman dan bermaaf-maafan.

لْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِى يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ» رواه أبو داود

“ Tidak halal bagi seorang muslim tidak menegur sapa terhadap saudara muslim lainnya melebihi tiga malam. Keduanya berjumpa tapi saling berpaling. Dan yang paling baik di antara keduaanya yang memulai mengucapkan salam.” (HR. Abu Daud).

6. Bulan Keceriaan

Keutamaan lainnya dari bulan Syawal adalah, bulan penuh keceriaan. Di bulan Syawal, seluruh umat Islam harus merasa bahagia. Maka, bagi masyarakat yang tergolong miskin mendapatkan zakat fitrah dari para Muzakki.

7. Bulan Peningkatan Ibadah

Syawal adalah bulan peningkatan amal kebaikan, oleh karena itu, kita diharapkan bisa terus meningkatkan kualitas ibadah setelah satu bulan sebelumnya menjalani ibadah puasa Ramadhan dan juga di bulan-bulan selanjutnya.

 

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.