Segera Stop! Jauhi Makan Martabak yang Ditambah 2 Topping ini, Bahaya Kalau Masih Nekat

Jauhi Makan Martabak
Jauhi Makan Martabak




Hajinews.idMartabak menjadi makanan kesukaan banyak orang.

Apalagi makan martabak manis saat malam hari membuat kita ingin makan lagi dan lagi.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Rasanya yang manis dan teksturnya yang empuk menjadi perpaduan yang nikmat.

Belum lagi tambahan topping yang melimpah, pasti buat kita tambah ngiler.

Tapi, ternyata ada bahaya makan martabak manis kalau ditambah dua topping ini, nih!

Apa saja, ya?

Hindari Tambahkan 2 Topping ini Saat Makan Martabak

Tahukah Anda kalau ada 2 topping martabak yang sebaiknya tidak kita pilih?

Efeknya soalnya berbahaya banget bagi tubuh, lo.

1. Selai nan Manis

Selain martabak besar, kini banyak juga martabak yang dijual kecil-kecil.

Nah, martabak kecil dan besar ini akan semakin enak kalau ditambah selai yang beragam rasa.

Tapi bisa dipungkiri, penambahan topping ini memang bikin rasa martabak jadi lebih enak.

Namun perlu disadari kalau martabak sendiri sebenarnya sudah punya rasa manis karena penggunaan gula yang sangat banyak.

martabak selai strawberry
martabak selai strawberry

Belum lagi, di atasnya nanti masih akan ditambahkan susu kental manis dan margarin yang bukan main banyaknya.

Karena itu, bayangkan saja betapa banyaknya jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh.

Hal ini diperparah kalau kita memilih menggunakan selai cokelat ketimbang meses.

Dari segi rasa saja, meses punya rasa tak terlalu manis jika dibandingkan dengan selai cokelat.

Nah, sudah menjadi rahasia umum bahwa segala hal yang manis dengan kandungan gula tinggi dapat menyebabkan penyakit diabetes tipe-2.

Gula, seperti diketahui, dapat meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan resistensi insulin.

Sebuah studi mengungkap minum 1-2 gelas minuman manis per hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 hingga 26 persen.

Margarin merupakan salah satu sumber lemak trans yang paling umum digunakan, terutama pada pembuatan martabak manis.

Pengolesan margarin yang tidak tanggung-tanggung pada martabak manis membuat makanan ini sebaiknya diwaspadai sebagai salah satu pemicu penyakit.

2. Extra Margarin

Percaya atau tidak, kini banyak gerai martabak yang menyediakan extra margarin atau wisjman untuk pelanggannya, lo.

Bahkan, penggemarnya pun bukan main banyaknya.

Soalnya, makin banyak penggunaan margarin, martabak jadi makin berlemak dan juicy.

Masyarakat Indonesia soalnya tak suka makan martabak yang terasa kering di mulut.

Padahal, margarin sangat tinggi kandungan lemak jenuhnya.

Melansir Health Line, konsumsi makanan sumber lemak jenuh dan lemak trans seperti martabak memang tidak secara langsung membuat kadar gula darah melonjak.

Tapi, makanan jenis ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan menyebabkan resistensi insulin, sehingga meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2.

Kita pun terancam aneka penyakit seperti serangan jantung sampai stroke dan diabetes, lo.

 

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.