Jokowi: Status PPKM Diteruskan, Kasus Aktif COVID-19 Masih 6.192

Presiden Joko Widodo saat mengumumkan perpanjangan PPKM dengan sejumlah daerah yang kini turun level hingga 30 Agustus 2021, Senin (23/8/2021).(YouTube/Sekretariat Presiden)




 

Hajinews.id- Presiden Joko “Jokowi” Widodo memimpin sidang kabinet paripurna, bersama kementerian dan lembaga, Senin (9/5/2022). Dalam sidang kabinet paripurna tersebut, Jokowi mewanti-wanti menterinya terkait kasus aktif COVID-19 yang masih tinggi di Indonesia.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Untuk urusan COVID-19, kasus terkonfirmasi kemarin 227 kasus. Memang ini sudah sangat rendah sekali, tetapi tetap kita waspadai, karena kasus aktif masih 6.192 di negara ini, tetap kita waspadai,” ujar Jokowi dalam pidatonya yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/5/2022).

Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta jajarannya untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih ada. Sebab, ada masyarakat yang bertanya terkait kelanjutan kebijakan ini.

“Banyak masyarakat yang menunggu ini sudah berhenti atau masih diteruskan, masih diteruskan. Jadi, tolong setelah ini disampaikan bahwa PPKM tetap lanjut sampai betul-betul kita yakin, bahwa COVID-19 ini 100 persen bisa kita kendalikan,” katanya.

1. Jokowi sampaikan terima kasih karena mudik dan arus balik lancar

Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada kementerian, TNI-Polri karena sudah melakukan upaya untuk kelancaran mudik Lebaran. Menurutnya, mudik dan arus balik Lebaran tahun ini berjalan lancar.

“Secara umum alhamdulillah bisa dikelola dengan baik, sehingga tidak ada keluhan-keluhan yang amat sangat, sehingga kalau keluhan kecil-kecil ya pasti ada, tetapi yang peristiwa-peristiwa macet sampai satu setengah hari, sampai dua hari seperti terjadi yang lalu-lalu, ini bisa diatasi,” ucapnya.

2. Jokowi ingatkan soal gejolak ekonomi global

Dalam sidang kabinet paripurna, Jokowi juga mengingatkan kepada jajarannya terkait gejolak ekonomi global. Terlebih, saat ini kondisi ekonomi dunia sudah terdampak akibat adanya perang Rusia dan Ukraina.

“Oleh sebab itu, pengelolaan ekonomi makronya harus betul-betul diikuti secara detail, dan mikronya juga semua kementerian terkait dengan ini betul-betul juga mengikuti terus, dan yang utamanya yang berkaitan dengan pangan dan energi,” ujarnya.

3. Jokowi minta tingkatkan kepekaan krisis

Lebih lanjut, Jokowi meminta jajarannya untuk meningkatkan kepekaan terhadap krisis ekonomi global. Menurutnya, meski kondisi ekonomi Indonesia saat ini membaik, hal itu harus terus ditingkatkan.

“Saya kira growth kita sangat baik, sehingga ini harus kita pertahankan, kita tingkatkan di quartal yang kedua,” imbuhnya.

 

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.