2 Cara Agar Bisa Masuk Raudhah dan Makam Rasulullah SAW di Masjid Nabawi

2 Cara Agar Bisa Masuk Raudhah dan Makam Rasulullah SAW
2 Cara Agar Bisa Masuk Raudhah dan Makam Rasulullah SAW

banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id  – Pemerintah Arab Saudi mencabut aturan protokol kesehatan bagi warga asing yang berkunjung ke sana, seperti tes PCR-Antigen dan karantina. Kendati dilonggarkan, ada aturan-aturan tertentu yang tetap diberlakukan bagi jemaah umrah ketika melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi, Madinah, dan Masjidil Haram, Mekah.

Afif Amrullah, pimpinan rombongan jemaah umrah asal Jawa Timur, yang tengah melaksanakan umrah mengatakan, ada dua lokasi yang diatur di Masjid Nabawi bagi jemaah, yakni di area Raudhatul Jannah dan area makam Rasulullah. Tidak seperti saat kondisi normal sebelum pandemi COVID-19, memasuki dua area itu diperlukan izin khusus dan jadwalnya diatur.

Bacaan Lainnya

“Untuk masuk Raudhah wajib gunakan surat izin. Cara mendapatkannya ada dua. Jemaah Indonesia diuruskan muassasah, satu grup langsung didaftarkan pimpinan rombongan kemudian keluar jadwal,” kata Afif dihubungi VIVA melalui sambungan telepon genggam pada Jumat, 25 Maret 2022.

Afif Amrullah di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Jadwal dimaksud terkait hari dan jam memasuki area Raudhatul Jannah. Di pintu masuk area Raudhah, petugas akan meminta surat izin dan apabila tidak mengantongi maka akan diusir. “Laki-laki dan perempuan dipisah. Hanya berlaku sekali [masuk ke Raudhatul Jannah], tidak bebas seperti sebelumnya,” ujar Ketua KPID Jatim itu.

Cara yang kedua, lanjut Afif, yaitu mendaftar melalui aplikasi Tawakkalna. Di Indonesia, aplikasi tersebut seperti PeduliLindungi. Cara ini dilakukan secara individu. Caranya, jemaah tinggal mengunduh aplikasi Tawakkalna lalu mendaftar lewat itu. “Saya Alhamdulillah berkesempatan dua kali masuk Raudhah, pertama pakai mendaftar berkelompok, kedua pakai Tawakkalna. Jemaah lain saya kasih tahu dan bimbing,” katanya.

Aturan yang sama diberlakukan di area makam Rasulullah. Jemaah yang akan berziarah juga wajib mengantongi izin melalui dua cara itu. Mencoba untuk mengelabui petugas dengan nyelonong tanpa surat izin rasanya sulit karena pintu dan jalur menuju dua area istimewa itu hanya satu, dibatasi dengan barrier dan diawasi ketat oleh petugas. Afif mengaku coba nyelonong namun gagal karena ketahuan petugas.

Hingga berita ini selesai ditulis, Afif mengaku masih berada di Madinah setelah mendarat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah pada Senin, 21 Maret 2022, sekira pukul 16.00 waktu setempat. Perjalanan selanjutnya ialah menuju Mekah dan melaksanakan ibadah umrah di Masjidil Haram. “Informasinya aturannya di Masjidil Haram sama. Di area mataf (lokasi melaksanakan tawaf) juga harus ada izin dan berlaku hanya sekali,” ujarnya.

Secara umum, kata Afif, pelonggaran betul-betul dirasakan sejak dari Bandara Madinah, masuk hotel dan Masjid Nabawi. Tidak ada tes PCR atau Antigen dan karantina yang harus dilalui jemaah. Petugas hanya memelototi jemaah yang tidak memakai masker. Apalagi di lokasi study tour seperti di Jabal Uhud. “Bisa dikatakan sudah normal,” ucap Ketua Lazisnu Jatim itu.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.