Old Soldier Never Die

Old Soldier Never Die
Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI).




Oleh M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Hajinews.id – Tanggal 24 Januari 2022 di area Monumen Perjuangan Jawa Barat depan Kampus Unpaj para purnawirawan TNI-Polri mendeklarasikan berdirinya organisasi yang menghimpun kebersamaan. Menjaga spirit perjuangan sebagaimana saat aktif sebagai tentara atau aparat negara.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Dengan bermotto Old Soldier Never Die, organisasi tersebut diberi nama Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI).

Pendirian organisasi atau forum adalah hal yang biasa. Demikian juga forum purnawirawan. Tetapi jika dilihat dari latar belakang pembentukannya, maka Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia ini menjadi  agak istimewa.

Dibentuk dan dihadiri oleh beberapa purnawirawan perwira tinggi seperti Kivlan Zein, Slamet Subiyanto, Soenarko, Robby Win Kadir, Nasuha,  Koen Priyambodo. Juga ’vokalis’ seperti Sugeng Waras, Ruslan Buton, dan M Saleh.

Dari sambutan-sambutan yang bersemangat juang berlatar belakang spanduk bergambar Jenderal Soedirman, para purnawirawan itu melihat bahwa kondisi negara saat ini sangat memprihatinkan yang ditandai oleh :

Pertama, otoritarianisme. Pengelolaan negara tidak berbasis pada penghormatan atas asas kedaulatan rakyat. Oligarki mendominasi dan mengendalikan politik, ekonomi, hukum, dan lainnya.

Kedua, kondisi ekonomi yang timpang. Segelintir orang menguasai banyak aset negara dan rakyat. Rakyat susah berhadapan dengan korporat yang senang dan senantiasa bersenang-senang. Jalur bisnis yang menjadi jalan bagi kaum imperialis.

Ketiga, Pancasila dan UUD 1945 yang tidak dijalankan dengan utuh dan menyeluruh, murni dan konsekuen, hanya sloganistik yang bertentangan dengan perilaku dan praktik kehidupannya. Ambivalensi dan pengkhianatan oleh penyelenggara negara.

Keempat, nilai-nilai persatuan dan kemanusian yang terdegradasi, rentan perpecahan akibat serangan masif semburan buzzer. Pelanggaran HAM yang dipertontonkan terang-terangan termasuk pembunuhan 6 laskar FPI. Pelanggaran HAM harus dihentikan dan pelanggar HAM harus dihukum.

Kelima, TNI dan Polri harus kembali kepada jati diri sebagai pembela dan pengawal rakyat bukan mengabdi kepada penguasa yang berkuasa sesaat. Menempatkan diri sesuai dengan fungsinya bukan multi-fungsi yang merambah ke mana-mana.

Para Purnawirawan bertekad untuk berjuang sampai titik darah penghabisan untuk menegakkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak menjual atau menggadaikan kedaulatan negara kepada para penjajah politik, ekonomi, dan budaya. Pertahanan dan keamanan negara yang harus selalu dijaga.

Kematian adalah kehidupan panjang untuk membangun monumen kemuliaan bukan monumen kehinaan dan pengkhianatan.

Monumen Juang adalah api Bandung yang menghangatkan atau membakar semangat perjuangan dulu, kini, dan esok.

Panglima Besar Jenderal Soedirman telah banyak memberi pelajaran dan keteladanan.

Old soldier never die!

Bandung, 25 Januari 2022

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.