Salat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Salat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar
Salat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar




Oleh Hasanuddin (Ketua Umum PBHMI 2003-2005), Redaktur Pelaksana Hajinews.id

Hajinews.idSalat seperti apa yang mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar?

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Apa dan siapa yang dimaksud berbuat keji dan mungkar?

Bagaimana mencegah “yang berbuat keji dan mungkar” itu?

Dunia masih dirundung duka akibat aneka varian virus covid19. Vaksinasi yang di gencarkan dan cenderung dipaksakan nampaknya tidak juga mampu mengatasi prilaku “keji” dan “mungkar” itu.

Allah swt mengatakan bahwa “Salat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar”.

Allah swt berfirman;

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

utlu mā ūḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta tanhā ‘anil-faḥsyā’i wal-munkar, wa lażikrullāhi akbar, wallāhu ya‘lamu mā taṣna‘ūn

Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Q.S Al-‘Ankabut [29] : 45

Wahyu atau firman Allah itu berlaku universal, bagi seluruh makhluk-Nya. Bukan hanya berlaku bagi Bani Adam saja. Sebab itu, ketika Allah berfirman bahwa Salat itu mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar, maka pahamlah kita bahwa “perbuatan keji dan mungkar” itu bukan hanya dilakukan oleh Bani Adam, tapi juga bisa dilakukan seluruh makhluk Allah. Untuk menghindari perbuatan keji dan mungkar yang dilakukan oleh makhluk ciptaan Allah, maka Allah memberitahu bahwa hal itu dapat di cegah dengan Salat .

Virus itu aktivitas “radikal bebas” dari makhluk Allah dalam ukuran biomoleculer. Radikal bebas ini dipicu oleh adanya percampuran zat yang semestinya tidak terjadi. Dengan kata lain, terjadi anomali prilaku biomoleculer dikarenakan terjadi “persenyawaan” zat yang tidak semestinya. Secara alami, hal ini tentu tidak akan terjadi, karena sesungguhnya seluruh makhluk biomoleculer itu berproses dengan mengikuti ketetapan Allah atau sunnatullah. Sebagaimana firman-Nya;

ثُمَّ اسْتَوٰٓى اِلَى السَّمَاۤءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْاَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا اَوْ كَرْهًاۗ قَالَتَآ اَتَيْنَا طَاۤىِٕعِيْنَ

ṡummastawā ilas-samā’i wa hiya dukhānun fa qāla lahā wa lil-arḍi’tiyā ṭau‘an au karhā, qālatā atainā ṭā’i‘īn

Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya menjawab, “Kami datang dengan patuh.”

Q.S Fushshilat [41] : 11

Namun faktanya, muncul berbagai varian biomoleculer yang bermutasi, bertransformasi tidak sebagaimana mestinya, atau disebut dalam Al-quran sebagai “melakukan perbuatan keji”. Tentu saja ini disebabkan karena ulah manusia. Bisa jadi sejumlah ilmuan telah melakukan eksperimen mencampur adukkan zat yang tidak seharusnya. Mungkin awalnya hanya untuk tujuan pengembangan sains semata. Lalu tanpa mereka sadari, percampuran zat yang mereka lakukan itu menghasilkan senyawa yang tidak lazim, menimbulkan agresifitas “yang merusak”. Temuan kombinasi zat yang dapat merusak itu, lalu diduplikasi di produksi massal oleh pihak-pihak tertentu demi tujian “ambisi” kekuasaan. Digunakan sebagai senjata biologis. Dan dengan yakin kita bisa mengatakan bahwa inilah awal mula munculnya covid19. Yakni terjadinya kebocoran (sengaja atau tidak sengaja) pada laboratorium riset di Wuhan Institute.

Penemuan itu telah mendorong nafsu jahat sebagian orang untuk meraup keuntungan ekonomi melalui bisnis vaksin anti virus ini. Dan itulah yang kita saksikan tengah berlangsung, “kemungkaran” !.

Lalu bagaimana mencegah kemungkaran akibat radikal bebas semacam ini.

Allah memberitahu bahwa Salat itu mampu mencegah semua bentuk prilaku “keji” dan “mungkar”, dari seluruh makhluk Allah. Namun pertanyaannya, Salat seperti apa, bagaimana Salat yang demikian itu?

Pemahaman tentang tata cara Salat memang memiliki tingkatan-tingkatan. Ada orang yang Salat hanya sebatas melakukan gerakan-gerakan saja tanpa pengetahuan. Tanpa disertai pemahaman. Ada yang Salat tapi tidak kenal siapa yang disembahnya. Ada yang Salat tapi tidak mengerti bagaimana seharusnya Salat itu. Bahkan mayoritas orang sama sekali tidak Salat.

Salat yang dimaksud Allah dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, tentulah Salat yang dilakukan dengan benar. Sesuai petunjuk dan keteladanan yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw. Salat seperti itulah yang mampu menjadi obat segala penyakit. Tidak banyak orang yang telah melaksanakan Salat sebagaimana Salat yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Bukan tidak bisa, namun barangkali belum percaya, atau belum sampai pengetahuan dan pemahamannya ke jenis Salat yang dianjurkan oleh Nabi saw itu.

Karena itu, amatlah penting perihal Salat ini dipelajari. Dan sebagaimana semua bidang keahlian itu, mestilah harus melalui proses latihan yang terus menerus, hingga mencapai levep expert dalam pelaksanaannya.

Semoga Allah swt membimbing kita dalam melaksanakan Salat yang benar. Sehingga Salat kita mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar dari aneka makhluk Allah disekitar kita.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.