Heboh Data Vaksin Pfizer Sebabkan Banyak Penyakit daripada Manfaat, Begini Penjelasan Kominfo





Hajinews.id — Heboh isu terkait sebuah data penelitian Pfizer, selama enam bulan vaksin tersebut menunjukan lebih banyak penyakit daripada manfaatnya.

Isu mengenai data penelitian Pfizer tersebut bersumber dari sebuah gambar tangkapan layar dari headline artikel.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Penelusuran fakta mengenai data penelitian Pfizer tersebut telah dilakukan oleh Kominfo, berikut penjelasannya.

Kabar mengenai data penelitian Pfizer selama enam bulan menunjukan bahwa vaksin tersebut menyebabkan lebih banyak penyakit daripada manfaatnya, merupakan informasi yang salah.

Dilansir Galamedia dari laman politifact.com, data aktual dari Pfizer tidak mendukung klaim vaksin tersebut dapat menyebabkan banyak penyakit.

Dr. Matthew Laurens dari pusat pengembangan vaksin dan kesehatan global di fakultas kedokteran Universitas Maryland menyatakan bahwa artikel tersebut salah dalam menafsirkan data mengenai Pfizer.

Data penelitian sebenarnya sendiri telah dilaporkan dalam studi New England Journal of Medicine.

Penelitian tersebut melibatkan 46.000 orang dari Amerika Serikat, Argentina, Brazil, Afrika Selatan, Jerman dan Turki.

Dalam penelitian tersebut terbagi menjadi dua kelompok vaksin.

Setengah kelompok menerima vaksin Pfizer dan setengah kelompok lagi mendapatkan vaksin Plasebo.

Para peserta penerima kedua vaksin tersebut diperiksa setelah enam bulan.

Hasil dari penelitian tersebut, terbukti bahwa vaksin aman dan memiliki profil efek samping yang dapat diterima oleh tubuh.

Namun tetap saja kemanjuran vaksin terhadap Covid-19 baru mencapai 91,3% melalui enam bulan masa tindak lanjut.

Sehingga hanya 77 kasus terdeteksi pada penerima vaksin Pfizer setelah dosis kedua, dibandingkan 850 kasus pada penerima vaksin Plasebo.

Dalam penelitian tersebut tidak adanya data laporan mengenai kematian atas penerimaan vaksin tersebut.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.