Duh, Situasi Wisma Atlet Makin Parah, Ruang Isolasi hingga Nakes Ditambah

Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, (foto: kompas)




JAKARTA, Hajinews.id — Jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, terus mengalami kenaikan dari hari ke hari.

Dilansir Kompas.com, per Kamis (20/1/2022) kemarin, ada tambahan 264 pasien baru Covid-19 yang dikirim ke sana untuk menjalani isolasi.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Penambahan itu membuat jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RS Wisma Atlet mencapai 2.636 orang. Angka tersebut melonjak drastis dibandingkan jumlah pasien pada Desember lalu.

Koordinator Humas RSDC Wisma Atlet Koloner dr Mintoro Sumego mengatakan, jumlah pasien di Wisma Atlet pada awal Desember 2021 adalah sekitar 112 orang.

Angka tersebut kemudian terus bertambah dari hari ke hari sehingga membuat angkanya melonjak drastis hanya dalam satu bulan.

“Awal Desember 2021 masih 112 pasien, sekarang sudah 2.000-an pasien,” ujar Mintoro.

Lonjakan ini terjadi seiring dengan munculnya varian baru virus corona jenis omicron yang pertama kali terdeteksi di Indonesia dari petugas kebersihan di Wisma Atlet.

Sampai kemarin, jumlah kumulatif pasien omicron yang dirawat di RS Wisma Atlet berjumlah 517 orang.

“Sudah pulang 491, saat ini dirawat 26 pasien,” kata Mintoro.

Mintoro juga menambahkan, sebagian besar pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

“83 persen diantaranya adalah PPLN atau 2.183,” katanya.

Para pasien terpapar Covid-19 sebagian besar datang dari lima negara, yaitu Malaysia, Uni Emirat Arab, Turki, Amerika Serikat, dan Arab Saudi.

Tambah Kamar Isolasi

Pihak RSDC Wisma Atlet telah mengantisipasi penambahan jumlah pasien tersebut dengan mengoperasikan satu tower tambahan untuk rawat isolasi.

Dengan tower tambahan tersebut, maka saat ini sudah ada empat tower yang siap untuk menjadi tempat isolasi pasien covid-19, yakni tower 4, 5, 6, dan 7.

Ketersediaan tempat tidur berjumlah 8.173 unit. Adapun yang sudah digunakan baru dua tower.

“Keterisian saat ini baru tower 5 dan 6, sehingga BOR (bed occupancy ratio)-nya 32 persen,” ucap Mintoro.

Tambah Jumlah Nakes

Pihak RSDC Wisma Atlet juga mengantisipasi lonjakan pasien dengan menambah tenaga kesehatan.

Mintoro Sumego mengatakan, petugas di RS Wisma Atlet saat ini berjumlah 1.698 relawan yang terdiri dari nakes dan non-nakes.

Jumlah itu sudah bertambah dibandingkan sebelum lonjakan pasien terjadi.

“Jadi dibandingkan dengan kemarin kita sudah menambah 100 lagi,” kata Mintoro.

Mintoro menambahkan, RSDC Wisma Atlet menyesuaikan tambahan jumlah relawan dengan jumlah pasien yang dirawat. Penambahan relawan dilakukan ketika pasien berjumlah 500, 1.000, 2.000, hingga 3.000.

Mengingat jumlah pasien saat ini sudah mendekati 3.000, maka RSDC Wisma Atlet akan kembali menambah jumlah nakes.

“Kita sudah minta lagi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jadi ketika sudah 3.000 pasien nakesnya sudah tersedia,” ujar Mintoro.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.