Tentang IKN, Gobel Wanti-wanti 3 Hal, Jangan Sampai APBN Dinikmati Orang Asing





Hajinews.id — Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel, mendukung penuh pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Menurutnya, ada tiga hal penting dari pembangunan IKN ini, yang ditujukan untuk kemajuan dan pemerataan ekonomi serta perbaikan kehidupan sosial dan lingkungan hidup.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Pertama, pembangunan IKN berpotensi memiliki dampak positif bagi kawasan Indonesia timur. Kawasan yang selama ini paling tertinggal di segala lini, seperti pendidikan, infrastruktur, kualitas sumberdaya manusia, dan juga dalam bidang ekonomi,” ujar Gobel dalam keterangannya, Kamis (20/1).

Saat ini, ada lima wilayah termiskin ada di Indonesia Timur. Yakni Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Gorontalo.

“Dengan perpindahan Ibu Kota diharapkan bisa memperbaiki keadaan secara lebih cepat,” imbuhnya.

Gobel meyakini, faktor jarak dapat berpotensi memperbaiki mobilisasi penduduk, perhatian, kepedulian, dan distribusi barang serta jasa.

“Nanti, kita lihat saat pembangunan. Apakah tenaga kerja dan dukungan material berpengaruh atau tidak,” katanya.

Gobel berharap, perpindahan Ibu Kota ini akan memperbaiki ketimpangan ekonomi dan ketimpangan wilayah, yang selama ini lebih dinikmati di wilayah barat.

“Dengan perpindahan Ibu Kota, diharapkan terjadi redistribusi yang selama ini begitu sulit dilakukan. Kita optimis, ke depannya, akan terjadi akselerasi pembangunan dan kemajuan di Indonesia timur,” jelas wakil rakyat dari Gorontalo tersebut.

Kedua, beban sosial dan lingkungan hidup di DKI Jakarta dan Pulau Jawa secara umum sudah terlalu berat. Seperti masalah kriminalitas, pencemaran lingkungan, dan kerusakan alam.

Dengan memindahkan magnet, maka distribusi penduduk diharapkan bisa lebih merata.

“Ini akan mengurangi beban sosial dan beban lingkungan di Jakarta dan Jawa pada umumnya. Kita harus membantu dan menyelamatkan Jawa,” terang Gobel.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.