Batal Berangkatkan Umrah, Penyedia Travel Pakai Uang Pribadi Untuk Kembalikan ke Jemaah

Jemaah RI Pengguna Pfizer Langsung Umrah
Jemaah RI Pengguna Pfizer Langsung Umrah




Jakarta, Hajinews.id – Keberangkatan jemaah Umrah Indonesia tampaknya kembali mengalami kegagalan akibat pandemi COVID-19. Setelah sebelumnya pemerintah telah memberangkatkan jemaah Umrah RI, kini ibadah di Tanah Suci itu tampaknya harus kembali ditunda.

Atas gagalnya memberangkatkan jemaah Umrah Indonesia ke Arab Saudi, penyedia jasa keberangkatan atau travel terkena imbasnya. Penyedia jasa keberangkatan jemaah Umrah Zahida Tour Travel mengaku harus mengeluarkan uang pribadi perusahaan untuk menutupi atau menombok kekurangan uang pelanggan yang mesti dikembalikan.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Sementara itu, Staf Administrasi Zahida Tour Travel, Angga menerangkan bahwa jauh sebelum peserta Umrah berangkat ke Tanah Suci, pihaknya sudah lebih dulu memesan dan membayar hotel untuk calon jemaah Indonesia. “Ada beberapa juga harus kembalikan tiket pesawat dan tiket hotel karena sudah dipesan,” terang Angga dilansir Kompas.com, Selasa (18/1).

Menurut Angga, penundaan keberangkatan calon jemaah Umrah Indonesia itu membuat pihaknya rugi lantaran beberapa tiket penerbangan harus dikembalikan. Padahal, tiket yang sudah masuk daftar booking, baik pesawat maupun hotel, kadang tidak dapat dikembalikan sepenuhnya.

Lebih lanjut, Angga mengungkapkan bahwa ketika pemberangkatan jemaah Umrah dibatalkan, tidak semua hotel bersedia untuk mengembalikan uang yang sudah dibayarkan semuanya. Alhasil, pengembalian tiket tersebut harus dikeluarkan melalui uang perusahaan untuk diserahkan kepada jemaah.

Selain itu, kata Angga, travel-nya sudah empat kali gagal dalam memberangkatkan calon peserta Umrah ke Tanah Suci. “Dari awal pandemi kurang lebih ada empat pemberangkatan (yang gagal),” ungkapnya.

Meski mengalami kerugian akibat dari kebijakan pemerintah untuk melarang pemberangkatan jemaah Umrah, Angga mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan mematuhi peraturan dari pemerintah.

“Apalagi sekarang di masa pandemi itu harus satu pintu keberangkatan, jadi yang dari mana-mana harus ke Jakarta dulu,” tandas Angga.

Sebelumnya, belasan petugas Umrah RI dalam kloter perdana yang diberangkatkan di tengah pandemi, tercatat terpapar COVID-19 saat tiba di Indonesia. Adapun belasan petugas ini merupakan anggota Tim Advance dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.