Upaya Menjalani Hidup Yang Zuhud

Menjalani Hidup Yang Zuhud
Menjalani Hidup Yang Zuhud




Oleh: KH Luthfi Bashori

Hajinews.idZuhud adalah melepaskan hati dari pengaruh duniawi. Zuhud bukan berarti harus miskin dan tidak boleh kaya, tetapi orang kaya yang zuhud itu adalah ia memiliki banyak harta, namun hartanya lebih banyak disalurkan untuk kepentingan Islam dan umat Islam.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Seorang miskin yang hari-harinya dihabiskan hanya untuk mencari sesuap nasi, hingga ibadahnya ditinggalkan, seperti tidak menjalankan kewajiban shalat, maka orang yang seperti ini tidak dapat dikatakan hidup berzuhud walaupun tidak memiliki simpanan harta.

Memang tidak dapat diingkari, bahwa mengejar kesenangan duniawi, begitu dicintai oleh sebagian besar manusia. Bahkan kebanyakan orang itu lupa, bila kesenangan duniawi tersebut hanya berlangsung sementara, dan tidak sedikit orang-orang yang terlena karena dunia sehingga melupakan Allah SWT.

Rasulullah SAW juga telah memberikan gambaran terkait pengaruh dunia zuhud dalam kehidupan seorang muslim: “Berzuhud dalam masalah duniawi dapat menenangkan hati dan tubuh, sedangkan mengejar urusan duniawi dapat memperbanyak kesusahan serta kesedihan, dan hidup menganggur itu dapat mengeraskan hati.” (HR. Imam al-Qudha’i melalui Imam Ibnu Umar RA).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga menjelaskan: “Berzuhud terhadap masalah duniawi, bukanlah dengan cara mengharamkan barang yang halal, dan bukan pula menyia-nyiakan harta benda, tetapi berzuhud dalam masalah duniawi adalah hendaklah engkau lebih erat memegang apa yang ada di sisi Allah SWT, daripada apa yang ada di tanganmu, dan hendaklah engkau lebih menyukai pahala musibah yang menimpamu seandainya musibah tersebut menimpa dirimu selama-lamanya (daripada dilenyapkan).” (HR. Imam Turmudzi).

Maksudnya ialah, hendaklah orang yang bersangkutan lebih memprioritaskan apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada padanya. Seandainya ia tertimpa suatu musibah maka ia hadapi dengan penuh kesabaran dan ketawakalan, karena lebih mencintai kepada pahala yang ada di sisi-Nya.

Jadi, pengertian zuhud adalah upaya seseorang dalam mengalihkan perhatian hatinya untuk menjauh dari keterikatan terhadap urusan duniawi, seperti kebiasaan berebut harta baik yang halal apalagi yang haram, menjauh dari berlomba mencari pangkat, entah itu kedudukan di pemerintahan, atau di suatu perkumpulan semacam ormas dan partai politik. Orang yang bersikap zuhud itu lebih fokus pada kepentingan akhirat atau surgawinya, meskipun tidak harus melupakan kehidupan dunia.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.