Sah! Pemerintah Perpanjangan Diskon PPnBM Mobil Baru, Masih 100 Persen?





 

Jakarta, Hajinews.id- Pemerintah perpanjangan diskon pajak PPnBM di industri otomotif. Pasalnya kebijakan ini menghasilkan dampak yang baik bagi industri otomotif yang sempat babak belur dihajar Covid-19. Meskipun begitu, pelaksanaan insentif pajak PPnBM di tahun 2022 ini mengalami perbedaan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya insentif pajak PPnBM di tahun 2022 tak lagi mendapatkan diskon hingga 100 persen seperti tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kalau insentif pajak PPnBM sudah diatur dalam alokasi dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2022.

Dijelaskan kalau program-program tersebut akan dilangsungkan hingga bulan Juni 2022 nanti.

“Insentif fiskal properti atau PPN ditanggung pemerintah (DTP) ini disiapkan perpanjangannya oleh pemerintah.

“Dan akan dilakukan sampai dengan Juni 2022,” ucap Airlangga dalam konfrensi pers virtual pada Minggu, 16 Januari 2022.

Di sektor otomotif, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui diskon PPnBM akan ditanggung oleh pemerintah secara bertahap.

Rinciannya dibagi menjadi dua yakni untuk mobil dengan harga penjualan di bawah Rp200 juta dan untuk mobil dengan harga mencapai Rp200-250 juta.

“Khusus sektor otomotif dengan harga penjualan di bawah Rp200 juta atau low cost green car (LCGC) akan dapat PPnBM tiga persen,” katanya kembali.

Tetapi akan dilakukan pengurangan insentif secara bertahap. Pada kuartal kedua insentif akan turun hingga dua persen.

Di kuartal ketiga akan turun hingga satu persen saja. Hingga akhirnya di kuartal keempat masyarakat harus membayar sesuai tarifnya yakni tiga persen.

Sedangkan untuk mobil yang memiliki harga di atasnya yakni Rp200-250 juta akan mendapatkan PPnBM 50 persen pada kuartal pertama.

“Tetapi di kuartal kedua (konsumen) harus membayar penuh 15 persen,” ujarnya menjelaskan.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.