Harga Beras Melonjak Drastis, Pedagang Grosir: Kualitas Juga Kurang Bagus





Jakarta, Hajinews.id– Harga beras di Kota Cimah mengalami kenaikan, rata-rata berkisar antara Rp 600 hingga 700 per kilogram. Kenaikan tersebut diduga akibat berkurangnya pasokan, karena belum masuk masa panen.

Berdasarkan pantauan di sejumlah lokasi, Ahad, 16 Januari 2022, semua jenis beras rata-rata mengalami kenaikan. Beras jenis medium kini dijual antara Rp 9.000 hingga 10.500/kg, sementara beras premium dibadrol Rp 11.000/kg.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Sekarang lagi melonjak ya harganya, sebagian ada yang naiknya Rp 600 per kilogram, sebagian lagi ada yang sampai Rp 700 per kilogram naiknya,” ungkap Dadan, pemilik grosir beras di Jalan Terusan, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Menurutnya, kenaikan beras dipicu oleh berkurangnya pasokan. “Mungkin karena panen yang kurang bagus, atau sedikit yang masok beras dari tempat tanam ke penggilingan. Jadi pasokan ke kita juga jadi agak seret,” ujar Dadan.

Diakui Dadan, saat ini kualitas beras juga sedikit kurang bagus. Jika pun ada kualitasnya bagus, harganya mahal.

“Mungkin banyak yang gagal panen, kualitas juga jadi kurang bagus. Ada yang bagus, tapi harganya mahal,” sebutnya.

Mahalnya harga beras, kata Dadan, berpengaruh terhadap penjualan. “Penjualan menurun, tapi tidak terlalu signifikan. Konsumen yang bertahan paling pelanggan setia,” ujarnya.

Ia berharap, harga beras tidak terus mengalami kenaikan. Sebab akan berpengaruh terhadap penjualan. “Sekarang kan pada mahal, terutama minyak goreng, ditambah lagi sekarang harga beras naik, kasian masyarakat, termasuk pedagang juga,” katanya.

Asep, pedagang beras di Pasar Cimindi menjelaskan, kenaikan harga beras ini dipicu karena belum masuk masa panen.

“Karena belum panen, harganya jadi naik rata-rata antara Rp 400 hingga 600 per kilogram. Sekarang saya jual Rp 9.000/kg sampai Rp 11.000/kg,” katanya.

Meski begktu Asep mengaku pasokan beras yang diterimanya masih lancar. “Saya ngambil dari beberapa daerah di Jawa Barat, seperti Cianjur dan Subang,” ucapnya.

Berbeda dengan beras, harga telur ayam yang sempat naik tajam jelang Natal dan Tahun Baru 2022, kini berangsur turun.

“Iya kemarin sempat tembus Rp 32.000/kg, sekarang berangsur turun jadi Rp 23.000/kg,” ujar Een, pedagang telur ayam di Pasar Atas Baru.

Meski sudah mulai turun, namun harganya belum kembali normal. “Kalau normalnya sih Rp 17.500/kg. Tapi mudah-mudahan berangsur ke harga normal,” ucapnya.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.