Hikmah Malam : Kisah Kematian Tragis Abu Lahab, Paman Rasulullah yang Sangat Membenci Islam


banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id – Nabi Muhammad SAW merupakan nabi dan rasul terakhir yang lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal atau bertepatan dengan 29 Agustus 580 Masehi di Makkah. Beliau memiliki empat orang paman yang nasibnya berbeda-beda.

Paman Rasulullah SAW bernama Hamzah bin Abdul Muthalib dan Al-Abbas bin Abdul Muthalib RA sudah memeluk Islam dan beriman kepada Allah dan Rasulullah SAW. Sedangkan Abu Thalib bin Abdul Muthalib tidak memeluk Islam. Meskipun begitu, tetapi ia senantiasa menyayangi, merawat, melindungi, menjaga dan tidak menentang ajaran Rasulullah SAW.

Bacaan Lainnya

Sedangkan paman Rasulullah SAW yang terakhir yaitu Abu Lahab. Ia dikenal orang yang sangat menentang dakwah Rasulullah SAW, bahkan selalu berniat mencelakai beliau. Sosok paman Nabi yang satu ini memiliki nama asli Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Akan tetapi, karena kekafiran dan perilakunya yang melampaui batas, ia kemudian mendapat nama yang berarti api.

Dalam beberapa keterangan, diceritakan bahwa Abu Lahab merupakan sosok yang memiliki paras rupawan. Ia juga memiliki kecerdasan tingkat tinggi, kekayaan yang melimpah, dan jabatan terpandang di kalangan suku Quraisy.

Begitu juga dengan pendapat beberapa ulama ahli tafsir yang mengatakan bahwa kebencian Abu Lahab tersebut merupakan imbas dari persaingan dengan Abu Thalib karena menjadi kepala Bani Hasyim dan melindungi Rasulullah SAW. Sebab Abu Lahab merasa dirinya yang lebih pantas sehingga terjadi perebutan jabatan dan membuat benci terhadap Rasulullah SAW.

Sebagai pebisnis yang sukses, kekayaan yang dimiliki Abu Lahab pun tidak perlu ditanyakan lagi. Karena itulah harta yang dimiliki Abu Lahab kian melimpah di mana-mana.

Dalam perjalanan hidupnya, Abu Lahab memiliki istri yang bernama Ummu Jamil Aura’. Ternyata sang istri turut membenci Rasulullah SAW. Seperti pada suatu ketika, ia pernah meletakkan duri dan kayu di jalan yang biasa dilalui Rasulullah SAW dengan tujuan untuk mencelakainya.

Karena perangainya yang keterlaluan terhadap keponakannya sendiri, kisah Ummu Jamil Aura’ diabadikan Allah dalam Surah Al-Masad dengan julukan sebagai perempuan pembawa kayu bakar.

Kemudian hingga akhir hayatnya, Abu Lahab harus meninggal dalam keadaan kafir dengan kondisi yang memprihatinkan. Diketahui, ia mengidap penyakit kulit (bisul) di sekujur tubuhnya yang membuat orang-orang di sekitarnya merasa enggan mengurus jasadnya.

Lebih mirisnya lagi, jenazah Abu Lahab sempat terlantar selama tiga hari sebelum akhirnya pihak keluarga menguburkannya dengan cara yang tidak lazim. Tubuh Abu Lahab lantas dimasukkan ke dalam lubang tanah dengan cara didorong menggunakan kayu lalu jasadnya dilempari batu kerikil hingga terpendam.

Kesimpulan dari kisah di atas bahwasanya beberapa hikmah bahwa kecerdasan, harta, takhta harus dimanfaatkan dalam kebaikan bukan malah mendatangkan kekafiran. Wallahu A’lam Bishawab.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.