Daftar Tunggu Haji 20-30 Tahun, Kemenag Buat Program Khusus Selama Menunggu

banner 800x800

Daftar Donatur Peduli Semeru 2021

NoNamaJumlah Donasi
1PW IPHI Jawa TengahRp. 100.000.000
2Dr. H. Hotbonar SinagaRp. 5.000.000
3IPHI Kota BogorRp. 23.000.000
4IPHI PROV BaliRp. 8.000.000
5M. JhoniRp. 4.000.000
6Buchory MuslimRp. 300.000
7Ika DalimoenteRp. 500.000
8SyaefurrahmanRp. 500.000
9Kemas AbdurrohimRp. 200.000
10Ismed Hasan PutroRp. 5.000.000
11Dr. Abidinsyah SiregarRp. 1.000.000
12PW IPHI JatengBeras 1 ton
13A Yani BasukiRp. 1.500.000
14Gatot SalahuddinRp. 500.000
15Sella ArindaRp. 20.000
16Erma annisaRp. 50.000
17HanafiRp. 15.000
18Zakki AshidiqiRp. 100.000
19Pelangi RizqiaRp. 50.000
20Faishal Khairy SentosaRp. 100.000
21Seftario VirgoRp. 50.000
22Detia IndriantiRp. 50.000
23Rizky Pratama Putra SudrajatRp. 50.000
24Annisa Dwita KurniaRp. 50.000
25Hammad Ilham BayuajiRp. 150.000
26WafiqohRp. 50.000
27Saskia RamadhaniRp. 100.000
28Ahmad Betarangga AdnanRp. 30.000
29AlifaRp. 22.000
30GhozanRp. 30.000
31Arnetta Nandy PradanaRp. 70.000
32Salsa Marshanda FARp. 40.000
33Zaki HasibuanRp. 50.000
34Bunga Nisa ChairaRp. 50.000
35Aprilia Nur'aini RizRp. 20.000
36Tasyah Syahriyah NingsihRp. 25.000
37Richy Zahidulaulia Qur'anyRp. 50.000
38Eko SetiawanRp. 100.000
39Nidya waras sayektiRp. 100.000
40Fadilla ChesianaRp. 50.000
41Fadli Yushari EfendiRp. 300.000
42Versi Aulia DewiRp. 50.000
43Muhammad Riduan NurmaRp. 100.000
44Yahya AyyasRp. 100.000
45Meisya Nabila ZahraRp. 20.000
46Almeira Khalinda NoertjahjonoRp. 25.000
47Ammar Fayyat Rp. 50.000
48Ifham Choli Rp. 500.000
49Friska Frasa GemilangRp. 100.000
50Putri DewiRp. 100.000
51Nur ApriziyyahRp. 200.000
52Kusnadi Rp. 100.000
53Erlan Maulana IskandarRp. 150.000
54Nur AzizahRp. 150.000
55Jandri CharlesRp. 50.000
56Delvya Gita MarlinaRp. 125.000
57Samsir IsmailRp. 1.000.000
58Sri PujiyantiRp. 300.000
59Azkia RachmanRp. 50.000
60Arif SutadiRp. 100.000
61Faisal BaihakiRp. 150.000
62Ibu Fadillah IPHI PamekasanRp. 750.000


 

 

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Jakarta, Hajinews.id- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, menyatakan pihaknya saat ini tengah merancang skema pembinaan bagi calon jamaah haji terkait daftar tunggu yang lama, bisa sampai 20-30 tahun.

Pembinaan ini terkait dengan pembinaan jamaah tunggu ibadah haji. Jamaah yang masuk dalam masa tunggu, kata dia, agar mendapat pemahaman soal perhajian dan dasar keislaman.

“Saya sudah memerintahkan jajaran direktorat untuk mendesainkan secara riil konsep untuk pembinaan jamaah tunggu, bukan hanya yang akan berangkat tahun depan tapi termasuk yang akan berangkat 20 sampai 30 tahun akan datang,” paparnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (11/2/2022).

Hilman menjelaskan daftar tunggu jamaah haji Indonesia sampai hari ini rata-rata hingga 25 tahun. Kondisi ini menurut aktivis Muhammadiyah tersebut tentu saja tidak berbanding lurus antara jamaah yang berangkat dengan jamaah haji yang mendaftar setiap tahunnya.

“Artinya tahun menunggu itu akan semakin banyak dan semakin panjang karena rasio yang berangkat dengan rasio yang daftar tidak berbanding lurus,” katanya.

Daftar tunggu ini, kata Hilman, harus dicari solusi bersama-sama demi memberikan layanan terbaik kepada masyarakat khususnya jamaah haji yang masuk dalam daftar tunggu.

Program Kemenag Ketika Jamaah Haji Menunggu Keberangkatan

Kemenag akan merancang program-program pembinaan seperti sesi diskusi membahas tentang perhajian, masalah-masalah keislaman, hingga materi dasar Islam.

“Jadi, jamaah tidak hanya sekadar menunggu (keberangkatan haji),” kata dia.

Dalam pembinaan ini, Kemenag akan melibatkan seluruh jajaran mulai dari tingkat Kanwil Kemenag Provinsi, Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, hingga Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan.

“Kita akan optimalkan mereka, untuk menyapa langsung ke jamaah haji dalam masa tunggu dan jamaah yang akan berangkat,” ujarnya.

Di samping itu, Ia juga mendorong agar baik petugas haji maupun pembimbing haji melek teknologi digital.

Pasalnya, seluruh pelayanan ibadah haji di Arab Saudi sudah menggunakan teknologi digital, sehingga sudah menjadi kewajiban para petugas atau pembimbing haji beradaptasi.

“Sekarang sudah harus main digital semua, mau masuk masjid digital, buat appointment digital, layanan juga umrahnya digital,” kata dia.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *