Inilah Kisah Nabi Yusuf dalam Mengendalikan Risiko

Nabi Yusuf dalam Mengendalikan Risiko
Nabi Yusuf dalam Mengendalikan Risiko
banner 800x800

Daftar Donatur Peduli Semeru 2021

NoNamaJumlah Donasi
1PW IPHI Jawa TengahRp. 100.000.000
2Dr. H. Hotbonar SinagaRp. 5.000.000
3IPHI Kota BogorRp. 23.000.000
4IPHI PROV BaliRp. 8.000.000
5M. JhoniRp. 4.000.000
6Buchory MuslimRp. 300.000
7Ika DalimoenteRp. 500.000
8SyaefurrahmanRp. 500.000
9Kemas AbdurrohimRp. 200.000
10Ismed Hasan PutroRp. 5.000.000
11Dr. Abidinsyah SiregarRp. 1.000.000
12PW IPHI JatengBeras 1 ton
13A Yani BasukiRp. 1.500.000
14Gatot SalahuddinRp. 500.000
15Sella ArindaRp. 20.000
16Erma annisaRp. 50.000
17HanafiRp. 15.000
18Zakki AshidiqiRp. 100.000
19Pelangi RizqiaRp. 50.000
20Faishal Khairy SentosaRp. 100.000
21Seftario VirgoRp. 50.000
22Detia IndriantiRp. 50.000
23Rizky Pratama Putra SudrajatRp. 50.000
24Annisa Dwita KurniaRp. 50.000
25Hammad Ilham BayuajiRp. 150.000
26WafiqohRp. 50.000
27Saskia RamadhaniRp. 100.000
28Ahmad Betarangga AdnanRp. 30.000
29AlifaRp. 22.000
30GhozanRp. 30.000
31Arnetta Nandy PradanaRp. 70.000
32Salsa Marshanda FARp. 40.000
33Zaki HasibuanRp. 50.000
34Bunga Nisa ChairaRp. 50.000
35Aprilia Nur'aini RizRp. 20.000
36Tasyah Syahriyah NingsihRp. 25.000
37Richy Zahidulaulia Qur'anyRp. 50.000
38Eko SetiawanRp. 100.000
39Nidya waras sayektiRp. 100.000
40Fadilla ChesianaRp. 50.000
41Fadli Yushari EfendiRp. 300.000
42Versi Aulia DewiRp. 50.000
43Muhammad Riduan NurmaRp. 100.000
44Yahya AyyasRp. 100.000
45Meisya Nabila ZahraRp. 20.000
46Almeira Khalinda NoertjahjonoRp. 25.000
47Ammar Fayyat Rp. 50.000
48Ifham Choli Rp. 500.000
49Friska Frasa GemilangRp. 100.000
50Putri DewiRp. 100.000
51Nur ApriziyyahRp. 200.000
52Kusnadi Rp. 100.000
53Erlan Maulana IskandarRp. 150.000
54Nur AzizahRp. 150.000
55Jandri CharlesRp. 50.000
56Delvya Gita MarlinaRp. 125.000
57Samsir IsmailRp. 1.000.000
58Sri PujiyantiRp. 300.000
59Azkia RachmanRp. 50.000
60Arif SutadiRp. 100.000
61Faisal BaihakiRp. 150.000
62Ibu Fadillah IPHI PamekasanRp. 750.000


APA  itu risiko?

Hajinews.id – Secara penulisan yang baku risiko sebenarnya menggunakan huruf i. Dikarenakan secara bahasa, risiko merupakan serapan dari bahasa Belanda yaitu risico, dari bahasa Inggris yaitu risk, dan juga dari bahasa Itali yaitu rischio, risco, dan rischiare. Yang mana semuanya mengandung satu arti, yaitu risiko adalah menghadapi bahaya.

Secara istilah, risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan atau merugikan atau membahayakan dari suatu perbuatan atau tindakan menurut pengertian KBBI IV tahun 2008, sedangkan menurut pengertian ISO 31000 tahun 2009 risiko juga bisa berarti dampak dari ketidakpastian pada sasaran. Secara ilustrasi, bisa digambarkan dalam suatu kegiatan yang memiliki sasaran, pasti di tengah-tengah prosesnya memiliki suatu risiko.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Di dalam serangkaian kehidupan kita, pasti memiliki risiko. Di setiap tahapnya, baik itu tua maupun muda, pasti selalu memiliki risiko.

Namun yang paling berisiko adalah yang tidak merasa bahwa dia sebenarnya memiliki risiko, yang harus kita ketahui juga adalah bagaimana caranya kita membedakan antara risiko dan juga masalah. Karena hal ini banyak yang menyamakannya.

Namun, perbedaan mendasar, masalah adalah suatu kegiatan yang sedang atau sudah terjadi, sedangkan risiko adalah suatu kegiatan yang pernah atau berpotensi terjadi di masa yang akan datang. Selain itu, masalah harus segera ditangani secepatnya, namun risiko ada waktu untuk direncanakan.

Kemudian masalah bersifat korektif/bisa diperbaiki, sedangkan risiko bersifat preventif/bisa dilakukan pencegahan.

Kita ambil contoh kisah dari Nabi Yusuf dalam mentakwilkan mimpi sang raja. Di dalam al Qu’ran surah Yusuf:

“Dan raja berkata (kepada para pemuka kaumnya), Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering. Wahai orang yang terkemuka!” (QS. Yusuf ayat 43)

“(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru), ‘Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu dan mereka mengetahuinya.’ Yusuf berkata, ‘Hendaknya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur.’” (QS. Yusuf ayat 46-49)

Dapat dipahami dari cerita ini bahwa dalam tujuh tahun kedua, akan terjadi kekeringan yang mengerikan. Inilah suatu risiko yang menimpa negeri Nabi Yusuf.

Namun, dengan adanya mimpi Raja yang kemudian dijelaskan oleh Nabi Yusuf maka kemudian Nabi Yusuf mengukur dan mengendalikan risiko yang akan terjadi dalam tujuh tahun kedua tersebut.

Nabi Yusuf melakukan ini dengan menyarankan orang-orang di seluruh negeri untuk untuk menyimpan sebagian hasil panennya pada panenan tujuh tahun pertama demi menghadapi paceklik pada tujuh tahun berikutnya. Sehingga terhindar dari bahaya kelaparan yang mengancam negeri NABI Yusuf tersebut.

Sungguh suatu pengelolaan risiko yang sempurna. Proses manajemen risiko diterapkan nabi Yusuf melalui tahapan pemahaman risiko, evaluasi dan pengukuran, dan pengelolaan risiko.

Pada dasarnya Allah SWT mengingatkan manusia atau masyarakat bahwa dalam keadaan tertentu memiliki aset dan modal yang kuat, namun suatu saat akan menemui kesulitan. Hanya saja bagaimana mengatasinya dalam menghadapi kesulitan maka kita harus menyiapkan untuk perhitungan dan pandangan yang luas. []

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *