Anies Cabut Aturan Larangan 8.000 Penduduk Petamburan Dirikan Bangunan Sejak 1997, Warga: Alhamdulillah

banner 800x800

Daftar Donatur Peduli Semeru 2021

NoNamaJumlah Donasi
1PW IPHI Jawa TengahRp. 100.000.000
2Dr. H. Hotbonar SinagaRp. 5.000.000
3IPHI Kota BogorRp. 23.000.000
4IPHI PROV BaliRp. 8.000.000
5M. JhoniRp. 4.000.000
6Buchory MuslimRp. 300.000
7Ika DalimoenteRp. 500.000
8SyaefurrahmanRp. 500.000
9Kemas AbdurrohimRp. 200.000
10Ismed Hasan PutroRp. 5.000.000
11Dr. Abidinsyah SiregarRp. 1.000.000
12PW IPHI JatengBeras 1 ton
13A Yani BasukiRp. 1.500.000
14Gatot SalahuddinRp. 500.000
15Sella ArindaRp. 20.000
16Erma annisaRp. 50.000
17HanafiRp. 15.000
18Zakki AshidiqiRp. 100.000
19Pelangi RizqiaRp. 50.000
20Faishal Khairy SentosaRp. 100.000
21Seftario VirgoRp. 50.000
22Detia IndriantiRp. 50.000
23Rizky Pratama Putra SudrajatRp. 50.000
24Annisa Dwita KurniaRp. 50.000
25Hammad Ilham BayuajiRp. 150.000
26WafiqohRp. 50.000
27Saskia RamadhaniRp. 100.000
28Ahmad Betarangga AdnanRp. 30.000
29AlifaRp. 22.000
30GhozanRp. 30.000
31Arnetta Nandy PradanaRp. 70.000
32Salsa Marshanda FARp. 40.000
33Zaki HasibuanRp. 50.000
34Bunga Nisa ChairaRp. 50.000
35Aprilia Nur'aini RizRp. 20.000
36Tasyah Syahriyah NingsihRp. 25.000
37Richy Zahidulaulia Qur'anyRp. 50.000
38Eko SetiawanRp. 100.000
39Nidya waras sayektiRp. 100.000
40Fadilla ChesianaRp. 50.000
41Fadli Yushari EfendiRp. 300.000
42Versi Aulia DewiRp. 50.000
43Muhammad Riduan NurmaRp. 100.000
44Yahya AyyasRp. 100.000
45Meisya Nabila ZahraRp. 20.000
46Almeira Khalinda NoertjahjonoRp. 25.000
47Ammar Fayyat Rp. 50.000
48Ifham Choli Rp. 500.000
49Friska Frasa GemilangRp. 100.000
50Putri DewiRp. 100.000
51Nur ApriziyyahRp. 200.000
52Kusnadi Rp. 100.000
53Erlan Maulana IskandarRp. 150.000
54Nur AzizahRp. 150.000
55Jandri CharlesRp. 50.000
56Delvya Gita MarlinaRp. 125.000
57Samsir IsmailRp. 1.000.000
58Sri PujiyantiRp. 300.000
59Azkia RachmanRp. 50.000
60Arif SutadiRp. 100.000
61Faisal BaihakiRp. 150.000
62Ibu Fadillah IPHI PamekasanRp. 750.000
63Monita Bela DamayantiRp. 250.000
64AnnisaRp. 50.000


Hajinews.id — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 122 Tahun 1997 Penetapan Penguasaan Bidang Tanah Seluas 23 hektar untuk Pembangunan Rumah Susun Murah dan Fasilitasnya di Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Kota Madya Jakarta Pusat.

Diketahui, Kepgub 122 Tahun 1997 berisi tentang rencana pembangunan rumah susun pada lahan seluas 23 hektare yang sebelumnya merupakan pemukiman warga Petamburan.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Sayangnya, sampai saat ini pembangunan rumah susun tak kunjung direalisasikan. Sementara warga yang masih mempunyai hak atas kepemilikan tanah tidak dapat melakukan pengurusan izin karena ada Kepgub tersebut.

Warga pun tidak bisa mengurus dokumen kepemilikan tanah, membangun rumah, bangunan baru, hingga pemanfaatan lainnya.

Sampai akhirnya, Anies mencabut Kepgub 122 Tahun 1997 dan menerbitkan aturan baru yang menggantikannya, yakni Kepgub Nomor 1596 Tahun 2021. Kepgub ini mengizinkan permintaan warga untuk bisa melakukan pengurusan izin membangun rumah atau bangunan baru.

Keputusan Gubernur Nomor 122 Tahun 1997 tentang Penetapan Penguasaan Bidang Tanah Seluas 23 hektar untuk Pembangunan Rumah Susun Murah dan Fasilitasnya di Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Kota Madya Jakarta Pusat, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,” tulis Anies dalam Kepgub, dikutip pada Jumat, 7 Januari.

Hari ini, sejumlah perwakilan warga Petamburan mendatangi Balai Kota DKI untuk mengucapkan terima kasih kepada Anies yang telah mencabut kepgub yang melarang 8.000 KK di Petamburan mendirikan bangunan selama 24 tahun tersebut.

“Alhamdulillah keluar Kepgub 1596 ini mencabut Kepgub 122, maka 1.230 bidang tanah di wilayah kami di Petamburan bisa segera terbit surat sertifikat kepemilikannya,” kata perwakilan Forum Warga Petamburan, Rezalino Zaini.

Sementara, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Ismail yang turut mendampingi menjelaskan, warga Petamburan sudah cukup lama memperjuangkan haknya ini. Sebelumnya, mereka sudah mengadukan hal itu kepada tujuh gubernur sebelumnya, namun tidak ada progres yang baik.

Bahkan sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta dari periode-periode sebelumnya juga tidak membuahkan hasil. Dengan tekad yang bulat, mereka kemudian meminta bantuan kepada Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta agar Anies mencabut Kepgub tersebut.

“Selama puluhan tahun karena sudah mencoba diadvokasi oleh para anggota dewan di periode sebelumnya tidak berhasil, dan juga dengan gubernur di periode sebelumnya juga tidak berhasil,” tutur Ismail.

“Pada periode inilah dengan nuraninya, dengan kebijakannya, dengan keberaniannya Bapak Gubernur Anies Rasyid Baswedan bisa mengawali ini,” lanjutnya.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *