Aliansi Peduli Riset Desak Jokowi Perbaiki Perpres Terkait BRIN

pendiri Narasi Institute Achmad Nur Hidayat

banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400

JAKARATA, Hajinews.id — Aliansi Peduli Riset dan Kemajuan Bangsa bersama Narasi Institute mendesak Presiden Joko Widodo untuk memperbaiki Perpres no.78 tahun 2021 dalam pembentukan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), lantaran menyebabkan peneliti-peneliti terbaik Indonesia ‘hilang’.

Hal ini dikemukakan melalui surat terbuka yang ditandatangani oleh pendiri Narasi Institute Achmad Nur Hidayat, dan beberapa tokoh, Sabtu (8/1/2022).

Bacaan Lainnya

 

Berikut beberapa poin kritik yang berhasil Redaksi rangkum:

1. Narasi Institute mengapresiasi upaya Jokowi untuk memperbaiki Ekosistem Riset di Indonesia sebagai tindak lanjut dari UU Sisnas Iptek. Menurut Perpres yang telah ditanda tangani Presiden yaitu Perpres No.78 Tahun 2021 terbentuklah Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yang kemudian meleburkan beberapa lembaga.

Mulai dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), termasuk yang sedang hangat dibincangkan publik yaitu Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman.

2. Peleburan lembaga-lembaga riset tersebut ternyata menimbulkan persoalan organisasi yang menghambat masa depan penelitian Indonesia.

Urusan peleburan lembaga tersebut rupanya terbentur dengan aturan birokrasi peneliti yang berujung pada tidak terekrutnya para peneliti terbaik di lembaga tersebut. Padahal mereka adalah peneliti teruji yang berpendidikan S3, S2 dan S1.

Namun sayangnya, karena mereka bukan peneliti berstatus pegawai negeri sipil (PNS), melainkan pegawai/peneliti atas dasar kontrak jangka waktu tertentu, sebagaimana mereka selama ini mendukung Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Kapal Riset Baruna Jaya maka akhirnya diputuskan hubungan kerjanya. Diantara mereka bahkan ada yang telah mendapatkan penghargaan oleh negara.

Peleburan lembaga seperti Eijkman akan diikuti oleh 38 lembaga lainnya yang mengakibatkan hilangnya peneliti yang diprediksi sekitar 1500-1600 peneliti non PNS. Sedangkan mereka sedang diharapkan akan mendapatkan penghargaan riset dunia dari lembaga risetnya.

3. Aliansi Anak Bangsa Peduli Riset dan Kemajuan Bangsa prihatin terhadap langkah peleburan lembaga tersebut, kemudian meminta Jokowi mengembalikan lembaga yang dileburkan tersebut ke asal kelembagaannya lalu menjadikan BRIN hanya sebagai koordinator riset di Indonesia, sebab BRIN tidak perlu meleburkan berbagai lembaga riset yang ada.

Dalam surat terbuka tersebut juga menyatakan sepakat dengan gagasan Bapak Presiden untuk membenahi, meningkatkan efektivitas dan efisiensi lembaga-lembaga penelitian kita demi mendukung pembangunan nasional untuk mencapai visi Indonesia Emas.

Pun para tokoh ini dengan senang hati menyampaikan pemikiran dan ide-ide mengenai berbagai permasalahan sangat mendasar yang dihadapi oleh lembaga-lembaga riset Indonesia dan memerlukan reformasi yang hanya bisa terlaksana bila didukung oleh kehendak politik (political will) dari Presiden.

Untuk itulah akhirnya Narasi Institute mendesak Jokowi agar dapat mengkoreksi Perpres No. 78 tahun 2021 dan membentuk sebuah tim independen yang fokus untuk memberi rekomendasi terbaik bagi Riset Indonesia.(ingeu)

 


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.