Perjalanan Masih 50 KM Lagi

Perjalanan Masih 50 KM Lagi
Perjalanan Masih 50 KM Lagi

banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400

By M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Hajinews.id – insiden super penting penganiayaan, pembunuhan, pembantaian dan pelanggaran HAM yang sedang dalam proses pengadilan saat ini semestinya menerima perhatian besar. tapi ironinya justru sama sekali tidak menarik. Seolah warga telah tahu serta tidak mau terkecoh oleh pengadilan dagelan atau pengadilan main-mainan. Cerita yang sudah diketahui alur awal, tengah serta akhirnya.

Bacaan Lainnya

rakyat tidak percaya dan masa terbelakang menggunakan aneka macam “fakta persidangan” yang terungkap pada hadapan Majelis Hakim yang Mulia tersebut. aneka macam pertanyaan serius warga atas pembunuhan sadis ini dipastikan tidak akan terjawab. Inilah sejarah buruk forum Peradilan yang berada pada tekanan ketidakpercayaan publik.

warga menunggu proses lanjutan yang lebih benar-benar-sungguh. Menunggu momen peradilan amanah, adil, berperasaan serta tentu ber-Ketuhanan YME. Bukan sebagaimana yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggunakan terdakwa Fikri Ramadhan dan Yousman ketika ini. buat Peradilan yang dievaluasi “by design” itu vonis apapun atau berapapun menjadi tak menarik. rakyat meyakini Pengadilan tidak akan bisa mengungkap keterangan atau insiden yang sebenarnya.

Mungkin disainer beranggapan dengan selesainya proses aturan Putusan Hakim PN Jakarta Selatan maka selesai jua masalah KM 50 tadi. anggapan itu tidak sempurna. Perburuan warta-liputan baru akan terus berlanjut. Apa yang tertuang antara lain pada buku Putih TP3 6 Pengawal HRS menjadi berita lain yang patut menjadi dasar pengusutan keterlibatan lebih luas dan jabatan atau pangkat yang lebih tinggi.

Penahanan HBS menggunakan tuduhan gosip bohong soal KM 50 membuka peluang bagi berlanjutnya tuntutan umat pada membongkar fakta serta menghukum penjahat yang masih disembunyikan. Langkah blunder mengaitkan Habib Bahar Smith dengan perkara KM 50. Enam syuhada sebagai tetap hayati.

Meski rest area KM 50 sudah habis diobrak abrik serta bukti- bukti sudah dihilangkan, namun perkara pembantaian ini tak akan terhenti. Masih akan berlanjut untuk mengungkap kebenaran. Allah tidak tidur. Upaya menutupi hanya bersifat ad interim. Termasuk Pengadilan waktu ini.

Para penjahat semakin gelisah. perjalanan “KM 50” masih 50 KM lagi. Masih 50 KM lagi. Lanjuut.. !

Bandung, 7 Januari 2022


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.