Sederet Fakta Mengejutkan 8 Pegawai BPN Tersangka Mafia Tanah Belum Dipecat

Foto: Mafia Tanah (Denny Pratama/detikcom)
banner 800x800

Daftar Donatur Peduli Semeru 2021

NoNamaJumlah Donasi
1PW IPHI Jawa TengahRp. 100.000.000
2Dr. H. Hotbonar SinagaRp. 5.000.000
3IPHI Kota BogorRp. 23.000.000
4IPHI PROV BaliRp. 8.000.000
5M. JhoniRp. 4.000.000
6Buchory MuslimRp. 300.000
7Ika DalimoenteRp. 500.000
8SyaefurrahmanRp. 500.000
9Kemas AbdurrohimRp. 200.000
10Ismed Hasan PutroRp. 5.000.000
11Dr. Abidinsyah SiregarRp. 1.000.000
12PW IPHI JatengBeras 1 ton
13A Yani BasukiRp. 1.500.000
14Gatot SalahuddinRp. 500.000
15Sella ArindaRp. 20.000
16Erma annisaRp. 50.000
17HanafiRp. 15.000
18Zakki AshidiqiRp. 100.000
19Pelangi RizqiaRp. 50.000
20Faishal Khairy SentosaRp. 100.000
21Seftario VirgoRp. 50.000
22Detia IndriantiRp. 50.000
23Rizky Pratama Putra SudrajatRp. 50.000
24Annisa Dwita KurniaRp. 50.000
25Hammad Ilham BayuajiRp. 150.000
26WafiqohRp. 50.000
27Saskia RamadhaniRp. 100.000
28Ahmad Betarangga AdnanRp. 30.000
29AlifaRp. 22.000
30GhozanRp. 30.000
31Arnetta Nandy PradanaRp. 70.000
32Salsa Marshanda FARp. 40.000
33Zaki HasibuanRp. 50.000
34Bunga Nisa ChairaRp. 50.000
35Aprilia Nur'aini RizRp. 20.000
36Tasyah Syahriyah NingsihRp. 25.000
37Richy Zahidulaulia Qur'anyRp. 50.000
38Eko SetiawanRp. 100.000
39Nidya waras sayektiRp. 100.000
40Fadilla ChesianaRp. 50.000
41Fadli Yushari EfendiRp. 300.000
42Versi Aulia DewiRp. 50.000
43Muhammad Riduan NurmaRp. 100.000
44Yahya AyyasRp. 100.000
45Meisya Nabila ZahraRp. 20.000
46Almeira Khalinda NoertjahjonoRp. 25.000
47Ammar Fayyat Rp. 50.000
48Ifham Choli Rp. 500.000
49Friska Frasa GemilangRp. 100.000
50Putri DewiRp. 100.000
51Nur ApriziyyahRp. 200.000
52Kusnadi Rp. 100.000
53Erlan Maulana IskandarRp. 150.000
54Nur AzizahRp. 150.000
55Jandri CharlesRp. 50.000
56Delvya Gita MarlinaRp. 125.000
57Samsir IsmailRp. 1.000.000
58Sri PujiyantiRp. 300.000
59Azkia RachmanRp. 50.000
60Arif SutadiRp. 100.000
61Faisal BaihakiRp. 150.000
62Ibu Fadillah IPHI PamekasanRp. 750.000


Jakarta, Hajinews.id — Sebanyak delapan pegawai Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) ditetapkan sebagai tersangka kasus mafia tanah di Cakung, Jakarta Timur. Mereka hingga saat ini masih berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) aktif.

“Jadi ada 10 (tersangka), satu yang sudah pensiun, sisanya masih aktif, satu orang sipil. Kemarin kami tanyakan bagaimana status ini, itu nanti mereka (Bareskrim Polri) yang akan lakukan gelar perkara,” kata Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Sunraizal dalam konferensi pers virtual, Jumat (31/12/2021).

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Penetapan tersangka terhadap delapan orang itu berawal dari laporan Benny Tabalajun yang merupakan pemilik PT Salve Veritate bahwa ada pegawai BPN yang bertindak atas perintah mafia tanah untuk merebut tanahnya di Cakung.

1. Terancam Dipecat

Kementerian ATR/BPN mengaku akan berupaya menjatuhkan hukuman disiplin berat alias pemecatan kepada delapan tersangka mafia tanah tersebut jika sudah divonis bersalah. Pihaknya juga akan mendukung upaya kepolisian untuk mengusut dan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam kasus ini.

“Kami upaya sekuat tenaga atau semaksimal mungkin menggunakan PP Nomor 94 2021 tentang Hukuman Disiplin Pegawai. Di situ ada hukuman ringan, sedang dan berat. Tentu kalau hukuman berat ini sampai pemberhentian,” kata Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, Hary Sudwijanto dalam konferensi pers virtual, Jumat (31/12/2021).

“Kalau sudah kita berhentikan, dari penyidik tetap ingin melakukan penyidikan, kita akan berikan data-data yang sudah kita ambil dalam proses audit investigasi,” tambahnya.

2. 125 PNS yang Terlibat

Inspektur Bidang Investigasi Yustan Alpiani mengatakan saat ini ada 125 pegawai yang terlibat dalam mafia tanah. Dari jumlah itu, sebanyak 32 orang dijatuhi hukuman disiplin berat, 53 orang dijatuhi hukuman disiplin sedang, dan 40 orang dijatuhi hukuman ringan.

3. Libatkan PPAT

Yustan menyebut para komplotan mafia tanah itu tidak menutup kemungkinan juga melibatkan dari Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Sebab pada saat proses di BPN, yang bisa mengakses melalui sistem elektronik adalah pihak PPAT.

“Sampai saat ini sudah ada enam orang yang kita lakukan tindakan. Dari tindakan ini ada yang sudah dicabut SK-nya oleh Pak Menteri (Sofyan Djalil), ada juga yang dihukum tidak bisa beroperasi beberapa tahun,” tandasnya.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *