Haji Sukses: Kisah PO Haryanto dari 5 Unit Mobil Kini Punya 300 Armada Bus

Kisah PO Haryanto
Haji Haryanto
banner 800x800

Daftar Donatur Peduli Semeru 2021

NoNamaJumlah Donasi
1PW IPHI Jawa TengahRp. 100.000.000
2Dr. H. Hotbonar SinagaRp. 5.000.000
3IPHI Kota BogorRp. 23.000.000
4IPHI PROV BaliRp. 8.000.000
5M. JhoniRp. 4.000.000
6Buchory MuslimRp. 300.000
7Ika DalimoenteRp. 500.000
8SyaefurrahmanRp. 500.000
9Kemas AbdurrohimRp. 200.000
10Ismed Hasan PutroRp. 5.000.000
11Dr. Abidinsyah SiregarRp. 1.000.000
12PW IPHI JatengBeras 1 ton
13A Yani BasukiRp. 1.500.000
14Gatot SalahuddinRp. 500.000
15Sella ArindaRp. 20.000
16Erma annisaRp. 50.000
17HanafiRp. 15.000
18Zakki AshidiqiRp. 100.000
19Pelangi RizqiaRp. 50.000
20Faishal Khairy SentosaRp. 100.000
21Seftario VirgoRp. 50.000
22Detia IndriantiRp. 50.000
23Rizky Pratama Putra SudrajatRp. 50.000
24Annisa Dwita KurniaRp. 50.000
25Hammad Ilham BayuajiRp. 150.000
26WafiqohRp. 50.000
27Saskia RamadhaniRp. 100.000
28Ahmad Betarangga AdnanRp. 30.000
29AlifaRp. 22.000
30GhozanRp. 30.000
31Arnetta Nandy PradanaRp. 70.000
32Salsa Marshanda FARp. 40.000
33Zaki HasibuanRp. 50.000
34Bunga Nisa ChairaRp. 50.000
35Aprilia Nur'aini RizRp. 20.000
36Tasyah Syahriyah NingsihRp. 25.000
37Richy Zahidulaulia Qur'anyRp. 50.000
38Eko SetiawanRp. 100.000
39Nidya waras sayektiRp. 100.000
40Fadilla ChesianaRp. 50.000
41Fadli Yushari EfendiRp. 300.000
42Versi Aulia DewiRp. 50.000
43Muhammad Riduan NurmaRp. 100.000
44Yahya AyyasRp. 100.000
45Meisya Nabila ZahraRp. 20.000
46Almeira Khalinda NoertjahjonoRp. 25.000
47Ammar Fayyat Rp. 50.000
48Ifham Choli Rp. 500.000
49Friska Frasa GemilangRp. 100.000
50Putri DewiRp. 100.000
51Nur ApriziyyahRp. 200.000
52Kusnadi Rp. 100.000
53Erlan Maulana IskandarRp. 150.000
54Nur AzizahRp. 150.000
55Jandri CharlesRp. 50.000
56Delvya Gita MarlinaRp. 125.000
57Samsir IsmailRp. 1.000.000
58Sri PujiyantiRp. 300.000
59Azkia RachmanRp. 50.000
60Arif SutadiRp. 100.000
61Faisal BaihakiRp. 150.000
62Ibu Fadillah IPHI PamekasanRp. 750.000


Hajinews.id – Bagi Anda yang suka melakukan perjalanan jauh atau pulang kampung ke Jawa menggunakan bus akan mengenal PO Haryanto. Bus ini dikenal dengan ketepatan waktu perjalanan.

Bagaimana perjalanan PO Haryanto dibangun. PO Haryanto didirikan pada 2002 oleh Haji Haryanto, pria asal Kudus, Jawa Tengah usai purnatugas di Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan 1/Kostrad TNI Angkatan Darat, Tangerang. Sebagai seorang pekerja keras, usai bertugas H Haryanto menjadi sopir angkutan kota dari sore hingga subuh.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Sampai akhirnya, dia memiliki angkot sendiri. Namun, pada 1998/1999 terjadi krisis moneter sehingga usahanya mengalami kebangkrutan

H Haryanto kemudian menjadi agen tiket bus di Pulau Gadung. Berawal dari pinjaman bank, H Haryanto membeli lima buah bus Cikarang-Cimone. Tetapi rute tersebut dianggap kurang menguntungkan karena sepi penumpang.

Bus-busnya saat itu non AC harus berjuang dengan pesaing PO yang sudah mapan. Pada 2006, PO Haryanto mengalami masa sulit dan nyaris bangkrut. Puluhan busnya mangkrak. Meski demikian, H Haryanto terus berjuang, dan pada akhirnya mendapat restrukturisasi dari Bank Indonesia (BI).

“Saat itu perusahaan dikasih keringanan untuk menyelesaikan dalam 5 tahun. Tapi, Bapak bisa menyelesaikannnya dalam 2 tahun,” ujar Rian Mahendra, putra H Haryanto yang kini memegang kendali sebagai direktur operasional PO Haryanto dikutip dari channel YouTube Coach Yudi Chandra.

H Haryanto akhirnya mengubah armada tersebut menjadi kelas eksekutif dan mengalihkan trayek ke antarkota antarprovinsi (AKAP) Jakarta-Kudus, Jakarta-Pati dan Jakarta-Jepara. Mulai saat itu perusahaan otobusnya berkembang.

Pada 2009, H Haryanto melalui putranya Rian, ekspansi bisnis di luar Muria Raya, yakni di Madura dengan trayek Jakarta-Pamekasan-Sumenep PP. Adiknya yang selesai kuliah bertugas mengurus bagian kantor dan administrasi.

“Saya seperti macan bersayap. Tadinya harus selalu berada di kantor terus, kini bisa memiliki waktu untuk mengembangkan perusahaan di luar. Pembagian tugas ini dilakukan oleh H Hariyanto,” katanya.

Tangan dingin Rian di bawah bimbingan sang Ayah berhasil mengembangkan PO Hariyanto menjadi perusahaan beraset ratusan miliar rupiah. “Atas kekuasaan Allah, awalnya dari lima bus kini menjadi 300 unit bus. Karyawan saat ini lebih dari 2.000, dan yang langsung di bawah saya ada sekitar 1.700 karyawan,” ujar Rian.

“Dulu itu aku ketika ngerintis Madura, hanya dua bus satu hari (Sumenep dan Bangkalan). Tiga bulan penumpang hanya satu, dua, tiga, empat orang. Kini, atas jalan Allah PO Haryanto kini jadi pemain utama,” kata pria rendah hati dan murah senyum ini. [in]

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *