Guru Besar Unair: Tarik ulur Pelaksanaan Muktamar NU ke-34 Harus ada Jalan Tengah

Pelaksanaan Muktamar NU ke-34 Harus ada Jalan Tengah
Pelaksanaan Muktamar NU ke-34 Harus ada Jalan Tengah
banner 800x800

Daftar Donatur Peduli Semeru 2021

NoNamaJumlah Donasi
1PW IPHI Jawa TengahRp. 100.000.000
2Dr. H. Hotbonar SinagaRp. 5.000.000
3IPHI Kota BogorRp. 23.000.000
4IPHI PROV BaliRp. 8.000.000
5M. JhoniRp. 4.000.000
6Buchory MuslimRp. 300.000
7Ika DalimoenteRp. 500.000
8SyaefurrahmanRp. 500.000
9Kemas AbdurrohimRp. 200.000
10Ismed Hasan PutroRp. 5.000.000
11Dr. Abidinsyah SiregarRp. 1.000.000
12PW IPHI JatengBeras 1 ton
13A Yani BasukiRp. 1.500.000
14Gatot SalahuddinRp. 500.000
15Sella ArindaRp. 20.000
16Erma annisaRp. 50.000
17HanafiRp. 15.000
18Zakki AshidiqiRp. 100.000
19Pelangi RizqiaRp. 50.000
20Faishal Khairy SentosaRp. 100.000
21Seftario VirgoRp. 50.000
22Detia IndriantiRp. 50.000
23Rizky Pratama Putra SudrajatRp. 50.000
24Annisa Dwita KurniaRp. 50.000
25Hammad Ilham BayuajiRp. 150.000
26WafiqohRp. 50.000
27Saskia RamadhaniRp. 100.000
28Ahmad Betarangga AdnanRp. 30.000
29AlifaRp. 22.000
30GhozanRp. 30.000
31Arnetta Nandy PradanaRp. 70.000
32Salsa Marshanda FARp. 40.000
33Zaki HasibuanRp. 50.000
34Bunga Nisa ChairaRp. 50.000
35Aprilia Nur'aini RizRp. 20.000
36Tasyah Syahriyah NingsihRp. 25.000
37Richy Zahidulaulia Qur'anyRp. 50.000
38Eko SetiawanRp. 100.000
39Nidya waras sayektiRp. 100.000
40Fadilla ChesianaRp. 50.000
41Fadli Yushari EfendiRp. 300.000
42Versi Aulia DewiRp. 50.000
43Muhammad Riduan NurmaRp. 100.000
44Yahya AyyasRp. 100.000
45Meisya Nabila ZahraRp. 20.000
46Almeira Khalinda NoertjahjonoRp. 25.000
47Ammar Fayyat Rp. 50.000
48Ifham Choli Rp. 500.000
49Friska Frasa GemilangRp. 100.000
50Putri DewiRp. 100.000
51Nur ApriziyyahRp. 200.000
52Kusnadi Rp. 100.000
53Erlan Maulana IskandarRp. 150.000
54Nur AzizahRp. 150.000
55Jandri CharlesRp. 50.000
56Delvya Gita MarlinaRp. 125.000
57Samsir IsmailRp. 1.000.000
58Sri PujiyantiRp. 300.000
59Azkia RachmanRp. 50.000
60Arif SutadiRp. 100.000
61Faisal BaihakiRp. 150.000
62Ibu Fadillah IPHI PamekasanRp. 750.000
63Monita Bela DamayantiRp. 250.000
64AnnisaRp. 50.000


Hajinews.id – Tarik ulur pelaksanaan Muktamar ke-34 yang akan berlangsung di Lampung, nampaknya masih terjadi. Perdebatan mengenai kapan jadwal pastinya sejauh ini masih mengemuka.

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unair, Prof Kacung Marijan menilai tarik ulur sudah harus diselesaikan. Kuncinya, masing-masing pihak harus duduk bareng untuk menemukan jalan tengah.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Hal itu menanggapi perdebatan apakah Muktamar NU dimajukan atau diundur sebagaimana mencuat, mengiringi penjadwalan ulang lantaran terimbas rencana PPKM pada tanggal 24 Desember.

“Melakukan obrolan yang mengedepankan prinsip kebersamaan, menggunakan nalar dan hati. Tidak saling menang-menangan, melainkan saling merangkul,” kata Prof Kacung, Rabu (1/12/2021).

Kacung Marijan menyebut, sebenarnya urusan dimajukan atau diundur bukan persoalan yang perlu terus diperdebatkan. Justru, menurutnya, semua pihak berharap tidak ada perselisihan yang timbul mengiringi rencana hajat besar kaum Nahdliyin ini.

Pria yang juga Wakil Rektor Unusa ini mengatakan, dalam situasi ini semua pihak berharap prinsip kebersamaan menjadi acuan untuk Muktamar NU.

Sehingga, resep dan solusi yang bisa dilakukan dalam situasi kebuntuan hanyalah duduk bareng. “Kalau terpaksa, harus ada yang ngalah ; sesuai dengan kultur kita, ‘sing enom ngalah’ dan ‘sing tuwo tidak semena mena’,” ungkapnya menambahkan.

Di sisi lain, Kacung Marijan menyebut dalam upaya perundingan juga perlu melibatkan tokoh atau figur senior dan kharismatik Nahdlatul Ulama. Banyak tokoh di NU yang bisa dilibatkan.

Hal itu untuk memecah situasi untuk suksesnya gelaran Muktamar yang menjadi gawe organisasi besar itu.

Apalagi, warga Nahdliyin menaruh harapan besar Muktamar dapat berjalan lancar. Sehingga, jalan tengah sangat diharapkan.

Dia menilai Muktamar mendatang cukup krusial untuk Nahdlatul Ulama. Diantaranya, lantaran dalam rangka meletakkan dasar-dasar menyongsong NU memasuki abad kedua.

Seperti diketahui, rencana awal Muktamar sedianya bakal berlangsung pada 23-25 Desember 2021. Namun, jadwal itu mengalami ketidakpastian lantaran terbentur rencana PPKM pada 24 Desember.

Pada dinamika yang berkembang, muncul perdebatan apakah jadwal maju atau diundur, mencuat ke permukaan.

Lantas dalam perkembangannya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengeluarkan surat perintah agar Muktamar digelar pada 17 Desember mendatang.

Namun, baru-baru ini Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebut kapan jadwalnya masih akan ditentukan dalam waktu dekat. [trbn]

 

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.