Waspada! Siti Fadilah Mencium Aroma Kejanggalan Covid-19

Kejanggalan Covid-19
Siti Fadilah Supari
banner 800x800

Daftar Donatur Peduli Semeru 2021

NoNamaJumlah Donasi
1PW IPHI Jawa TengahRp. 100.000.000
2Dr. H. Hotbonar SinagaRp. 5.000.000
3IPHI Kota BogorRp. 23.000.000
4IPHI PROV BaliRp. 8.000.000
5M. JhoniRp. 4.000.000
6Buchory MuslimRp. 300.000
7Ika DalimoenteRp. 500.000
8SyaefurrahmanRp. 500.000
9Kemas AbdurrohimRp. 200.000
10Ismed Hasan PutroRp. 5.000.000
11Dr. Abidinsyah SiregarRp. 1.000.000
12PW IPHI JatengBeras 1 ton
13A Yani BasukiRp. 1.500.000
14Gatot SalahuddinRp. 500.000
15Sella ArindaRp. 20.000
16Erma annisaRp. 50.000
17HanafiRp. 15.000
18Zakki AshidiqiRp. 100.000
19Pelangi RizqiaRp. 50.000
20Faishal Khairy SentosaRp. 100.000
21Seftario VirgoRp. 50.000
22Detia IndriantiRp. 50.000
23Rizky Pratama Putra SudrajatRp. 50.000
24Annisa Dwita KurniaRp. 50.000
25Hammad Ilham BayuajiRp. 150.000
26WafiqohRp. 50.000
27Saskia RamadhaniRp. 100.000
28Ahmad Betarangga AdnanRp. 30.000
29AlifaRp. 22.000
30GhozanRp. 30.000
31Arnetta Nandy PradanaRp. 70.000
32Salsa Marshanda FARp. 40.000
33Zaki HasibuanRp. 50.000
34Bunga Nisa ChairaRp. 50.000
35Aprilia Nur'aini RizRp. 20.000
36Tasyah Syahriyah NingsihRp. 25.000
37Richy Zahidulaulia Qur'anyRp. 50.000
38Eko SetiawanRp. 100.000
39Nidya waras sayektiRp. 100.000
40Fadilla ChesianaRp. 50.000
41Fadli Yushari EfendiRp. 300.000
42Versi Aulia DewiRp. 50.000
43Muhammad Riduan NurmaRp. 100.000
44Yahya AyyasRp. 100.000
45Meisya Nabila ZahraRp. 20.000
46Almeira Khalinda NoertjahjonoRp. 25.000
47Ammar Fayyat Rp. 50.000
48Ifham Choli Rp. 500.000
49Friska Frasa GemilangRp. 100.000
50Putri DewiRp. 100.000
51Nur ApriziyyahRp. 200.000
52Kusnadi Rp. 100.000
53Erlan Maulana IskandarRp. 150.000
54Nur AzizahRp. 150.000
55Jandri CharlesRp. 50.000
56Delvya Gita MarlinaRp. 125.000
57Samsir IsmailRp. 1.000.000
58Sri PujiyantiRp. 300.000
59Azkia RachmanRp. 50.000
60Arif SutadiRp. 100.000
61Faisal BaihakiRp. 150.000
62Ibu Fadillah IPHI PamekasanRp. 750.000


Jakarta, Hajinews.id Ada aroma kejanggalan covid-19 yang dicium Menkes Era SBY, Siti Fadilah Supari. Dia gelisah saat covid-19 tida-tiba lenyap. Semuapun diminta waspada.

Keanehan pertama muncul saat adanya kesimpulan jika tidak Desember 2021, maka gelombang covid datang pada Februari 2022 mendatang.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Kok bisa digeser-geser ke Februari, untuk apa. Untuk yang mengerti tentu ini sesuatu yang aneh,” kata dia, saat berbincang di kanal Youtube Karni Ilyas, Kamis 25 November 2021.

Dari pengalamannya, pandemi tidak bisa berhenti hanya karena vaksin. Pandemi juga tak bisa hilang dengan PPKM.

“Berhentinya covid dengan cara tak biasa. Jangan aneh pula kalau rakyat curiga itu hanya karena sesuatu kepentingan tertentu,” ucapnya.

Keanehan makin terlihat nyata saat covid-19 mendadak hilang. Semua seakan bisa sangat terkendali. Tak ada kajian atau penelitian apa pun soal ini. Indonesia justru terlihat tenang.

Ada yang menilai meredanya covid-19 di Indonesia karena herd imunity. Ada juga yang menyimpulkan jika covid-19 berhasil ditekan dengan kebijakan PPKM.

Selain itu, ada pertanyaan juga, apakah virus Covid-19 banyak bermutasi. Sementara di Jepang, negaranya sudah memerintahkan para ahli untuk meneliti kenapa virus covid-19 bisa lenyap.

Menurut Siti Fadilah Supari, peneliti di Jepang merasa janggal virus covid-19 tiba-tiba bisa hilang begitu saja.

“Kenapa kok tiba-tiba hilang. Di Jepang, mereka sibuk sekali meneliti apakah covid lenyap karena banyaknya melakukan mutasi atau karena ada teori lain,” katanya.

Dia melihat, negara atau pemerintah rezim Jokowi belum ada perintah untuk melakukan penelitian mendalam soal lenyapnya covid-19. Secara pribadi, Siti Fadilah Supari benar-benar ragu andai covid-19 hilang karena efek dari vaksin.

“Di Eropa 80-90 persen warganya sudah disuntik vaksin. Kalau karena vaksin, Eropa enggak akan meledak,” katanya.

Di Eropa yang tingkat vaksinasinya lebih tinggi dari Indonesia, justru mengalami penyebaran virus cukup masif.

“Eropa sudah habis-habisan, jadi jangan salah. Vaksin bukan jawaban, covid lenyap bukan karena vaksin,” katanya.

Dia pun menyinggung soal ramalan Indonesia akan menghadapi gelombang covid-19 pada Desember 2021. Akan tetapi, para peneliti dan pakar epidemiolog, belum mengarah pada kesimpulan itu.

“Ada ramalan orang-orang berilmu dan berpikiran sehat tentu harus berdasarkan data,” kata dia.

Siti Fadilah Supari sangat berharap pemerintah tak gegabah menentukan PPKM level 3 pada akhir tahun. Dia menilai jika jadi diterapkan, maka dampak terburuk akan dirasakan rakyat. (*)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *