Mengejutkan! Sejarawan Amerika Temukan Sejumlah Bukti, Peran Muhammadiyah Hilang dalam Sejarah Nasional

Peran Muhammadiyah Hilang dalam Sejarah Nasional
Peran Muhammadiyah Hilang dalam Sejarah Nasional
banner 800x800

Daftar Donatur Peduli Semeru 2021

NoNamaJumlah Donasi
1PW IPHI Jawa TengahRp. 100.000.000
2Dr. H. Hotbonar SinagaRp. 5.000.000
3IPHI Kota BogorRp. 23.000.000
4IPHI PROV BaliRp. 8.000.000
5M. JhoniRp. 4.000.000
6Buchory MuslimRp. 300.000
7Ika DalimoenteRp. 500.000
8SyaefurrahmanRp. 500.000
9Kemas AbdurrohimRp. 200.000
10Ismed Hasan PutroRp. 5.000.000
11Dr. Abidinsyah SiregarRp. 1.000.000
12PW IPHI JatengBeras 1 ton
13A Yani BasukiRp. 1.500.000
14Gatot SalahuddinRp. 500.000
15Sella ArindaRp. 20.000
16Erma annisaRp. 50.000
17HanafiRp. 15.000
18Zakki AshidiqiRp. 100.000
19Pelangi RizqiaRp. 50.000
20Faishal Khairy SentosaRp. 100.000
21Seftario VirgoRp. 50.000
22Detia IndriantiRp. 50.000
23Rizky Pratama Putra SudrajatRp. 50.000
24Annisa Dwita KurniaRp. 50.000
25Hammad Ilham BayuajiRp. 150.000
26WafiqohRp. 50.000
27Saskia RamadhaniRp. 100.000
28Ahmad Betarangga AdnanRp. 30.000
29AlifaRp. 22.000
30GhozanRp. 30.000
31Arnetta Nandy PradanaRp. 70.000
32Salsa Marshanda FARp. 40.000
33Zaki HasibuanRp. 50.000
34Bunga Nisa ChairaRp. 50.000
35Aprilia Nur'aini RizRp. 20.000
36Tasyah Syahriyah NingsihRp. 25.000
37Richy Zahidulaulia Qur'anyRp. 50.000
38Eko SetiawanRp. 100.000
39Nidya waras sayektiRp. 100.000
40Fadilla ChesianaRp. 50.000
41Fadli Yushari EfendiRp. 300.000
42Versi Aulia DewiRp. 50.000
43Muhammad Riduan NurmaRp. 100.000
44Yahya AyyasRp. 100.000
45Meisya Nabila ZahraRp. 20.000
46Almeira Khalinda NoertjahjonoRp. 25.000
47Ammar Fayyat Rp. 50.000
48Ifham Choli Rp. 500.000
49Friska Frasa GemilangRp. 100.000
50Putri DewiRp. 100.000
51Nur ApriziyyahRp. 200.000
52Kusnadi Rp. 100.000
53Erlan Maulana IskandarRp. 150.000
54Nur AzizahRp. 150.000
55Jandri CharlesRp. 50.000
56Delvya Gita MarlinaRp. 125.000
57Samsir IsmailRp. 1.000.000
58Sri PujiyantiRp. 300.000
59Azkia RachmanRp. 50.000
60Arif SutadiRp. 100.000
61Faisal BaihakiRp. 150.000
62Ibu Fadillah IPHI PamekasanRp. 750.000
63Monita Bela DamayantiRp. 250.000
64AnnisaRp. 50.000


Jakarta, Hajinews.id — Kevin W. Fogg, sejarawan asal University of North Carolina at Chapel Hill Amerika Serikat, menemukan sejumlah bukti terkait peranan ormas Muhammadiyah yang ternyata beberapa telah hilang dalam sejarah Nasional Indonesia.

Ia pun mengaku, cukup heran dengan hal itu mengingat peran Muhammadiyah dalam sejarah nasional begitu besar, tapi entah kenapa terselip atau tidak ditemukan data yang cukup terkait peranan ini.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Dalam temuannya, peneliti yang fokus studi sejarah di Kawasan Asia Tenggara itu lantas menuturkan, salah satu yang tampak adalah soal peranan kiai dan guru Islam Muhammadiyah yang sedikit tercatat dalam sejarah nasional.

Padahal, kata dia, eksistensi perjuangan umat Islam di masa colonial yang gigih melakukan perlawanan tidak bisa dianggap remeh.

“Yang bikin saya heran, kok sumbangan umat Islam yang begitu besar tidak begitu didalami, dihargai sebagai dasar yang kuat bagi perjuangan Indonesia dalam masa revolusi,” ungkapnya sebagaimana dikutip situs resmi Muhammadiyah.

Secara tidak langsung, kata dia ormas islam seperti Muhammadiyah bersama NU dan ormas lain punya peran penting dalam dinamika kolonialisme di Indonesia, sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah.

Muhammadiyah dilahirkan pada tanggal 19 November 1912 oleh KH Ahmad Dahlan. Umurnya lebih tua dari Republik Indonesia yang baru diproklamirkan 17 Agustus 1945.

Penulis buku Spirit Islam pada Masa Revolusi Indonesia itu juga menuturkan dua hal penting terkait peranan Muhammadiyah dalam sejarah nasional yang hilang.

Dua hal ini terkait dengan peperangan di Surabaya 10 November dan soal Pendidikan yang jadi corak utama Muhammadiyah.

Dua Peranan Muhammadiyah yang Hilang dalam Sejarah

Muhammadiyah dan Jihad Akbar 1945

Menurut Kevin, pada revolusi Surabaya 10 November Muhammadiyah juga peran krusial sebagai ‘api’ dalam perjuangan melawan penjajah.

“Seruan Bung Tomo dianggap inspirasi bagi seluruh umat Islam di Indonesia karena merasa sebagai muslim berkewajiban membela negara,” tutur Kevin.

Menurut Kevin, sebagai organisasi yang lebih rapi, dalam peperangan itu Muhammadiyah mengirimkan anggota yang punya kecakapan yang memadai terkait perang (laskar) hingga persoalan dapur dan obat-obatan.

“Selain itu, Muhammadiyah memiliki peran tidak langsung yaitu mengajarkan sejak lama lewat pendidikan dan forum keagamaan bahwa perjuangan membela tanah air merupakan suatu kewajiban dan kemuliaan di dalam Islam,” tambahnya.

“Sumbangan Muhammadiyah sangat terlihat dalam (perjuangan) Surabaya, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi karena sudah tersusun sebagai organisasi yang sangat well-organized,” ungkap Kevin.

Peran Perempuan Muhammadiyah lewat Hizbul Wathan Hilang dalam Sejarah Nasional

Satu hal yang krusial lagi dan ini ‘hilang’ dalam catatan sejarah nasional adalah terkait peranan para perempuan Muhammadiyah dalam masa revolusi.

Ini terkait kepanduan Muhammadiyah, yakni Hizbul Wathan yang berubah jadi laskar perang saat revolusi.

Dalam data Kevin, peranan para perempuan Muhammadiyah tidak sekadar di dapur belaka. Melainkan juga turut, dalam bahasa Kevin, mengatur muslihat untuk pukul mundur para penjajah. Itu terjadi di Payakumbuh, Sumatera Barat.

Muhammadiyah sebagai organisasi jadi paling penting dalam menahan serangan Belanda,” tutup Kevin.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.