Ustadz Khalid Basalamah: Kisah Rasulullah Yang Pernah Terkena Sihir dan Cara Mengobatinya

Kisah Rasulullah Yang Pernah Terkena Sihir
Ustadz Khalid Basalamah
banner 800x800

banner 800x800



Hajinews.id Sihir merupakan perbuatan hasad dengki seseorang dengan bantuan setan untuk mencapai tujuan tertentu.

Sihir dilakukan dengan kekuatan ajaib seperti guna-guna atau mantra dengan tujuan tertentu termasuk mencelakai orang.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Kejadian sihir adalah benar adanya, dan Rasulullah SAW juga pernah terkena sihir.

Berikut kisah Rasulullah pernah terkena sihir dijelaskan oleh Ustadz Khalid Basalamah, seperti dilansir dari kanal Youtube Tafsir Ilmu yang diunggah 7 Desember 2019.

Ustadz Khalid Basalamah mengisahkan, dalam hadits disebutkan Nabi Muhammad SAW pernah disihir oleh Lubaid bin Asham, salah satu orang Yahudi.

Rasulullah SAW terkena sihir selama satu bulan. Ini sebagai tanda bukti bahwasanya ada sihir ditengah-tengah umat. Dan Allah ingin mengajarkan cara mengatasinya.

Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW berdoa kepada Allah SWT. Dan kemudian Rasulullah di ruqyah oleh malaikat jibril.

Malaikat jibril datang dan kemudian dibacakan ayat. Nabi SAW setelah diruqyah berdoa kepada Allah.

Kemudian Allah perlihatkan dalam mimpi, bahwasanya buhul (sarana untuk sihir) yang digunakan adalah rambut dan kotoran dari sisir Nabi Muhammad SAW.

Lubaid mengambil dan mamasukkan buhul itu ke dalam sumur yang dalam.

Maka keesokan harinya, Rasulullah bangun dan mengajak Zubair dan Umar membongkar sumur tersebut, lalu menemukan buhul tersebut, dan memusnahkannya.

Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda kepada Aisyah:

“Wahai Aisyah, Allah telah tunjukkan kepada saya dimana buhul itu, sesungguhnya Lubaid mengikatnya di sebuah batang pohon yang sangat tua dan seperti kepala syaiton. Lalu kemudian saya membebaskannya”.

“Jadi memang sihir itu bisa terjadi, dan cara terbaik menghilangkannya adalah dengan ruqyah,”ucap Ustadz Khalid Basalamah.

Ruqyah berarti dibacakan ayat-ayat, dan ruqyah ini disebut ruqyah syar’iyah. Kalau ruqyah saja, itu semua bacaan yang ditiupkan.

Mantra penyihir pun dalam bahasa Arab dikatakan ruqyah. Seperti sabda Nabi SAW, ruqyah merupakan bacaan yang ditiupkan, mantra-mantra, kalung yang digantungkan sebagai jimat, maka itu termasuk perbuatan syirik.

“Kalau disebut ruqyah saja itu keliru, harus dikatakan ruqyah syar’iyah,”kata Ustadz Khalid Basalamah.

Selain itu juga harus perbanyak doa dan perbanyak istighfar kepada Allah SWT agar dijauhkan dari sihir. [jmbr]

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *