Sifat Baik-Buruk Manusia Tergantung Ruh Masing-Masing

Sifat Baik-Buruk Manusia Tergantung Ruh Masing-Masing
Sifat Baik-Buruk Manusia Tergantung Ruh Masing-Masing
banner 800x800

banner 800x800



Oleh: KH Luthfi Bashori

Hajinews.idManusia itu terdiri dari dua komponen, yaitu RUH dan JASAD.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Pembagian masing-masing antara ruh dan jasad pada setiap orang itu adalah sesuai ketentuan Allah.

Sedangkan dalam jasad manusia juga diberi otak/akal oleh Allah, untuk dapat berpikir sebagai bentuk ikhtiar, sekira apa saja yang baik untuk dilakukan dan apa saja yang buruk untuk ditinggalkan.

وقال النووي رحمه الله في شرحه : قوله صلى الله عليه وسلم : (الأرواح جنود مجندة , فما تعارف منها ائتلف , وما تناكر منها اختلف).

قال العلماء: معناه جموع مجتمعة , أو أنواع مختلفة.

وأما تعارفها فهو لأمر جعلها الله عليه , وقيل: إنها موافقة صفاتها التي جعلها الله عليها , وتناسبها في شيمها.

وقيل: لأنها خلقت مجتمعة , ثم فرقت في أجسادها، فمن وافق بشيمه ألِفه , ومن باعده نافره وخالفه.

وقال الخطابي وغيره: تآلفها هو ما خلقها الله عليه من السعادة أو الشقاوة في المبتدأ , وكانت الأرواح قسمين متقابلين . فإذا تلاقت الأجساد في الدنيا ائتلفت واختلفت بحسب ما خلقت عليه , فيميل الأخيار إلى الأخيار , والأشرار إلى الأشرار . والله أعلم.

Imam An Nawawi mengatakan dalam Syarahnya tentang hadits Nabi SAW : (Ruh-ruh itu seperti pasukan yang dihimpun dalam kesatuan-kesatuan. Yang saling mengenal di antara mereka akan mudah saling terpaut. Yang saling merasa asing di antara mereka akan mudah saling berselisih).

Ulama berkata: Maknanya adalah gabungan-gabungan yang berkelompok atau jenis-jenis yang berbeda-beda.

Adapun perkenalan satu dengan yang lain (karena baik/buruknya) adalah suatu perkara yang ditetapkan oleh Allah padanya. Atau bisa dikatakan yang sesuai dengan sifat masing-masing yang Allah berikan padanya serta yang sesuai dengan akhlaknya.

Dikatakan, karena ruh itu diciptakan bersama-sama, kemudian berpencar ke berbagai jasad, maka (jasad) siapapun yang (mendapat bagian ruh) sesuai dengan sifat (baik/buruk)-nya, akan tunduk kepada (sifat ruh)-nya, dan (jasad) siapapun yang jauh (dari sifat tertentu yang bukan bagian)-nya akan menolak dan menyelisihi (sifat)-nya.

Imam Al Khatthabi dan juga lainnya berpendapat : Pertautan dan Perpisahan dalam diri manusia didasarkan pada beruntung atau celaka yang telah dipersiapkan oleh Allah azza wajalla sejak masa awal peniupan Ruh.

Arwah itu ada dua kelompok yang saling berhadapan di mana pada saat ruh itu disebar pada jasad, maka timbullah pertautan dan perpisahan. Oleh karena itu, orang baik akan suka kepada orang baik, dan orang yang buruk akan suka kepada yang buruk.

Keterangan:

Penjelasan para ulama di atas ini, termasuk dalil bahwa RUH itu adalah makhluk ciptaan Allah.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *